Ada Apa Dengan DAK SD 2 Negeri Kembirtan?

0
9

BANYUWANGI, radar-x.net – Banyak sekolah di Banyuwangi yang mengharapkan bisa mendapatkan DAK 2019 untuk merehabilitasi gedung-gedung sekolah. Namun beda yang terjadi di SD 2 Kembirtan diduga panita pelaksana menyalahgunakan (Mark Up) Anggaran DAK yang mana dana tersebut senilai kurang lebih Rp.208.815.000. Senin (09/07/2019).

Menurut keterangan pekerja saat di datangi wartawan menyampaikan, ” saya disini hanya kerja dan saya hanya mematuhi apa yang disuruh kerjakan. Misalnya, Genteng lama di cuci dan disikat agar kelihatan baru, menggunakan kayu-kayu sisa, dan hampir tiap ruangan menggunakan kayu sisa dengan cara di tambal sulam,” ujarnya.

“Untuk Atap Plafond tidak diganti karena masih bisa di gunakan, jadi tidak perlu dibongkar katanya sambil menirukan bicaranya panitia pelaksana,” ungkapnya.

Setelah disinggung beberapa item pekerjaan yang ada di gambar perencanaan yang terpampang di luar ruangan semua menggunakan bahan baru namun Lutfi selaku fasilitator memberikan keterangan, bahwa proyek tersebut tergolong rehab sedang atau berat.

“Proyek ini tergolong rehab Sedang atau Berat, sedangkan kami menggunakan kayu lama kurang lebih 15% untuk kayu lama saja, dan kami ada kendala tehnis jadi kami juga melakukan perubahan berita acara dan diamini kepala Sekolah dan beberapa guru selaku panitia pelaksana,” jelas Lutfi.

Kepsek SD 2 Kembirtan Suyuniati kepada awak media menjelaskan, bahwa memang sebagian kayu lama yang masih layak ia gunakan untuk rehab bangunan tersebut.

“Memang sebagian kayu lama yang masih layak kami gunakan, untuk bahan kayunya sebagian kita beli baru. Pengadaan kayu baru itu dari rekan media yang se profesi dengan sampean,” pungkasnya. (Daff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.