Nitari Tour Travel Diduga Kuat Menjual Tiket Bodong, Tim Advocat Delapan Plus Minta Polisi Tegas Tindak Pelaku

0
35
Raja, Salah satu tim advokat delapan plus.

MEDAN, radar-x.net – Salah satu dari tim “Advocate Delapan Plus” yang akrab disapa Bung Raja ini melakukan pendampingan terhadap klien yang diduga merupakan salah satu korban kasus tiket bodong.

Pasalnya, pelakunya adalah Nitari Tour Trevel yang beralamat di Jl. Sirandorung, Rantau Prapat, Provinsi Sumatera Utara. Mereka adalah
BP selaku pemilik travel dan M sebagai administrasi yang keduanya warga Rantauprapat, telah ditahan sejak Jumat (31/5/2019) lalu berdasarkan nomor laporan polisi : 442/V/2019/SPKT Res–LB.

Kepada radar-x.net, salah satu tim Advocate Delapan Plus, Raja ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, bahwa pertama sekali dirinya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Labuhan Batu yang telah menetapkan BP selaku pemilik Travel dan M sebagai administrasi yang keduanya adalah warga rantau prapat dan telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan.

” Saya berharap kepada Polres Labuhan Batu untuk segera mencari dan menggali harta terlapor diduga dari hasil kejahatan tiket bodong tersebut, dan jika ditemukan agar segera dapat melakukan penyitaan dan diserahkan kepada korban dari Nitari Tour Travel, sebab dugaan pelaku maraup untung Milyaran Rupiah,” harap Raja, Selasa (11/6/2019) malam.

Raja menambahkan, karena dalam hal ini bukan hanya konsumen atau pembeli tiket yang dirugikan terkait dugaan penjualan tiket bodong, namun sejumlah agent tiket perjalanan juga terkena dampak kerugian yang nilai lumayan besar tidak sedikit.

“Sehingga klient kami yang merupakan salah satu agent menjadi sangat tertekan secara psikologis karena dirinya turut dikejar-kejar para konsumen atau para pembeli tiket yang menjadi korban atas dugaan penjualan tiket bodong yang dilakukan oleh tour travel tersebut. “Pungkas Raja. (Mulya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.