Kematian 300 Ekor Lembu Diduga Akibat Pencemaran Limbah PTPN IV Unit Ajamu

0
10

MEDAN, radar-x.net – Banyaknya dugaan penyimpangan yang terjadi di PTPN IV, sudah lebih 1 tahun tidak menemukan titik terang. Terjadinya dugaan segala penyimpangan ini dibawah kepemimpinan Dirut PTPN IV, Siwi Peni.

Mulai dari mutasi jabatan di PTPN IV yang tidak melalui assesment yang sarat akan grativikasi dan korupsi, serta PTPN IV unit Ajamu terkait pencemaran limbah pada lingkungan hidup, tidak adanya Analisa Dampak Lingkungan di Kebun PTPN Dolok Sinumbah yang diduga mengakibatkan kematian 300 ekor lembu di kebun unit Pabatu, bahkan adanya indikasi perusakan aliran sungai di kebun unit bah Jambi hingga putusnya jalan raya ditanah Jawa kabupaten Simalungun.

Berdasarkan kutipan berita yang sempat dirilis oleh wartawan bratapos, langsung membuat Aktivitis anti korupsi yang sangat vokal di Indonesia, khususnya wilayah Sumatera Utara, Mulya Koto dari Aktivis Komunitas Pemantau Korupsi (KPK Nusantara) langsung angkat bicara setelah mendapatkan informasi yang sangat menyedihkan atas tindakan sewenang-wenang yang diduga dilakukan PTPN IV terhadap masyarakat dan alam Sumatera Utara.

Baca juga: Dinas PMD Deliserdang Heboh

Melalui HP selulernya Dirut PTPN IV, Siwi Peni, ketika dimintai komentar dan pendapatnya tentang kisruh dan dugaan segala penyimpangan yang terjadi di PTPN IV, baik itu dugaan korupsi yang dilakukannya, dan bakal dilaporkan oleh LSM KPK Nusantara, tepatnya Kamis sore (13/6/2019) tidak mendapatkan komentar apapun dan malah memblokir Whatsapp dari wartawan radar-x.

” Kami Aktivis KPK Nusantara akan turun kelapangan, jika terbukti ada indikasi semua penyimpangan kita akan melayangkan SURAT LAPORAN ke KPK-RI, Presiden, RSPO/ISPO, Kementrian lingkungan hidup dan kementerian BUMN,” ujarnya.

“Laporan ke KPK-RI terkait dugaan Korupsi dan Gratifikasi, ke BUMN terkait pelanggaran sistem di PTPN IV, ke Kementrian Lingkungan Hidup terkait Analisa Dampak Lingkungan serta ke Presiden Republik Indonesia terkait kinerja PTPN IV dalam hal ini lingkungan kementrian BUMN,” tegas Mulya Koto. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.