Sengketa Lahan, Pihak Perkebunan Dengan Warga Belum Ada Titik Terang

0
27

BANYUWANGI, radar-x.net –
Sengketa Lahan antara pihak perkebunan Kalikempit dengan Samsi warga dusun Kalikempit Desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, yang sudah lama terjadi belum ada titik temu, karena kedua belah pihak saling mengklaim bahwasannya Lahan yang ada di wilayah pengairan tersebut miliknya.

Samsi yang sudah lama menempati dan menggarap lahan Straen pengairan yang ada di wilayah HGU Perkebunan PTPN Xll Kalikempit merasa lahan tersebut miliknya. Karena Lahan tersebut ditempati semenjak ada kedua orang tuanya, makanya Samsi bersikukuh kalau lahan itu miliknya apalagi dia mempunyai surat pelepasan.

Saat Team Media mendatangi kediaman rumah Samsi, namun disana sudah banyak orang diantaranya, Pol PP Kecamatan, polsek Glenmore, beserta karyawan perkebunan Kalikempit dan BPN Banyuwangi.

Untuk mengetahui perkembangan Sengketa lahan tersebut, team media mengkorfirmasi pihak polsek, yaitu AKP Mujiono yang berada ditempat (Rumah Samsi), Jumat (16/5/19).

AKP Mujiono menjelaskan bahwa dirinya pihak yang berwajib diundang oleh pihak kebun untuk menengahi kasus ini biar bisa berjalan dengan kekeluargaan. Karena disini pihak kebun merasa Samsi telah menyerobot lahan yang masuk wilayah HGU kebun. Tetapi pihak Samsi juga bersikukuh bahwa lahan yang ditempati kurang lebih 50th dan sejak ayahnya masih hidup itu miliknya.

“Saya telah mempunyai surat pelepasan dari Mendagri yang dikeluarkan lewat pengairan propinsi dan disaksikan Gubernur dan DPR Propinsi Jawa Timur, maka jelas kalau lahan ini milik saya,” kata Samsi.

Samsi juga menambahkan, “Saya sudah menggarap lahan dan menempati rumah ini kurang lebih 50th, sebelum itu ayah saya yang mengelola dan menempati rumah ini,” tambah Samsi.

“Kenapa kok punya saya aja yang dipermasalahkan padahal masih banyak orang yang menempati lahan di Straen pengairan dan juga masuk wilayah kebun kok gak dipermasahkan,” kata Samsi dengan nada penuh amarah.

AKP Mujiono yang berada ditempat tersebut memberikan saran kepada kedua belah pihak agar mencari jalan yang terbaik dengan cara kekeluargaan.
“Saya harap pak Samsi jangan pakai kekerasan atau anarkis, karena itu bisa berhadapan dengan hukum kalau bisa diambil jalan kekeluargaan dan bisa diomongkan baik-baik,” kata Mujiono.

Disisi lain, team media mendatangi pihak kebun dikantor Perkebunan PTPN XII Kalikempit dan ditemui lansung oleh ADM Jarwo Yang sekaligus ketua GPP. Menurutnya, Pihak kebun sudah pernah mendatangi pihak samsi dan mengajak jalan kekeluargaan untuk mengembalikan lahannya jika memang lahan itu masuk HGU kebun.

” Jika Pihak Samsi tetap bersikukuh memiliki lahan tersebut, pihak kebun akan memakai jalur hukum,” kata Jarwo. (Daff/Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.