Pengacara Muda Asal Sumatera Barat Resmi Menjadi Kepala Advokasi Hukum DPP LI BAPAN RI

1
86
Drs. H. Nofrizal Muaz Piliang SH., bersama Fandra Arisandi Andika Putra, SH., SHEL.

SUMATERA, radar-x.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (LI – BAPAN RI) Akta Notaris No 6 April 2018, Seba Silawati SH.Mkn. SK Menkumham RI No.AHU 0004732, 01.07 tahun 2018 Berita – Negara tanggal 4/5-2018 No 36. Resmi menunjuk Fandra Arisandi Andika Putra, SH., SHEL, menjadi Kepala Advokasi Hukum DPP dengan No NPA 0057111079241900.

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia Drs. H. Nofrizal Muaz Piliang SH., mengatakan, bahwa Lembaga ini butuh sosok anak muda yang berintegritas dan profesional seperti Fandra.

” Mudah-mudahan dengan kehadiran beliau di Lembaga ini akan bisa banyak menyelesaikan masalah/kasus. Baik Perkara pidana, perdata maupun tata usaha Negara di seluruh Negara kesatuan Republik Indonesia ini. Karena Lembaga ini adalah Profesional, Independent dan Mandiri,” kata pria yang sering dipanggil Pak Haji ini.

Sementara menurut Sekretaris DPD Lembaga Bantuan Hukum Peduli Hukum dan Ham (LBH-PHH) Sumatera Barat Romi Yufhendra mengatakan, bahwa dia bersyukur kepada ketua umum LI BAPAN RI yang telah mempercayai dan menunjuk Pengacara Fandra, menjadi Kepala Badan Advokasi Hukum DPP. Karena menurut beliau anak muda yang harus tampil kedepan.

” Bung Karno pernah mengatakan, berikan aku 10 Pemuda maka akan aku guncang kan dunia…!. Artinya peran anak muda sangat berarti untuk perubahan negara ini,” tegas Ketua KPK Nusantara Provinsi Sumatera Barat ini.

Selain itu, lanjut Romi, beliau juga mengungkapkan bahwa seorang pengacara harus banyak relasi, bahkan seorang menteri yang latar belakangnya Pengacara butuh relasi dan organisasi yang banyak karena kalau tidak, dia tidak akan bisa berkembang.

Sementara menurut Sekretaris Jenderal Fanny Naurita SH., Mengatakan, bahwa peranan anak muda sangat membantu perkembangan dan kemajuan suatu Negara. “Saya mengucapkan selamat datang, dan semoga bisa bekerja sama,” ujar perempuan berusia 24 tahun yang juga mantan Jaksa ini, yang sebentar lagi juga akan dilantik menjadi pengacara.

Sementara menurut Fandra Arisandi Andika Putra, SH., SHEL., dirinya sangat bersyukur menjadi bagian dari keluarga besar Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia, yang mana aset negeri kita ini sangat banyak seperti, tanah, air, udara, hutan yang lebat lautan.

” Negara kita kaya akan sumber daya manusia dan alam. Saya mengucapkan terima kasih kepada ketua umum bapak Drs. H. Nofrizal, SH., yang telah memberikan amanah ini. Karena amanah ini sangat berat butuh kerjasama yang solid, yang penting kejujuran dan hati nurani,” pungkas Pengacara muda ini. (Hen)

1 KOMENTAR

  1. Mantan jaksa usia 24 tahun?
    Diangkat jadi jaksa aja blm…
    Menurut Pasal 9 ayat (1) jo. ayat (2) Undang-Undang No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia (“UU Kejaksaan”) usia pengangkatan sebagai jaksa di usia 25 tahun seminim2nya…
    Itu dalam berita diatas, ada yg diduga S.H tanpa ijazah tp bs punya gelar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.