Pemuda “Komat”: Sudah Saatnya Kita Bangkit Dan Bersatu Di Harkitnas

0
38

MEDAN, radar-x.net – Senin (20/5/2019), merupakan salah satu hari bersejarah dalam pergerakan pemuda di Tanah Air yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Hari Kebangkitan Nasional pertama kali diperingati pada Era pemerintahan Presiden pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Soekarno di Yogyakarta pada tahun 1948, dan yang sekaligus menjadi ketua panitia pertama kali adalah Ki Hajar Dewantara.
Pada saat itu dalam pidatonya, Presiden Soerkarno menghimbau pada seluruh rakyat Indonesia yang terpecah oleh kepentingan politik agar bersatu untuk melawan Belanda. Beliau juga menyampaikan bahwa Boedi Oetomo adalah merupakan tonggak pergerakan nasional.

Tujuan peringatan 111 tahun Kebangkitan Nasional Tahun 2019 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tema Peringatan 111 Tahun Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2019 adalah: “BANGKIT UNTUK BERSATU”. Selain itu dalam peringatan tahun ini juga dilaksanakan seminar dan dialog interaktif, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, Bakti Sosial.

Ada yang menarik pada Harkitnas yang ke 111 tahun ini, bertepatan pada tanggal 20 Mei 2019, wartawan radar-x menyambangi kumpulan pemuda yang selalu menciptakan suasana kondusif dan nyaman apabilah kita memasuki wilayah jalan Laksana, Kelurahan Kota Matsum, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Mereka adalah Kumpulan Pemuda “Komat”.

Salah satu pentolan kumpulan pemuda komat, ketika di konfirmasi apa makna Harkitnas tersebut?. Ucank mengatakan, bahwa dirinya dan kawan-kawan yang tergabung dalam kumpulan pemuda komat, akan tetap konsisten menjaga kampungnya agar tetap kondusif dan jauh dari kagiatan yang dapat membuat perpecahan antara sesama pemuda.

” Apalagi akhir-akhir ini adanya susana kegaduhan yang terdengar di tempat lain, seperti perang antar kampung, begal dan polemik pada proses pemilu 2019, pagi tadi di Markasnya ketika melaksanakan sahur bersama,” ujarnya.

Ucank menambahkan, sudah saatnya pemuda bersatu untuk menjaga keutuhan Bangsa dan Bernegara, “untuk masalah Pemilu, kita harus hargai hasil dari KPU, siapapun Presiden nya nanti harus kita hormati, dan semoga ini adalah hadiah terindah pada Harkitnas yang ke 111 tahun,” pungkas Ucank. (Mulya Koto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.