Pelayanan Puskesmas Banyuates Diduga Lalai, Satu Bocah Tak Tertolong

0
156

SAMPANG, radar-x.net – Kecelakaan Lalu lintas yang terjadi di tikungan Ciputat Masaran Banyuates mengakibatkan satu nyawa bocah meninggal dunia atas nama Adi Putra, diduga akibat lalainya pelayanan Puskesmas Banyuates, Kamis (02/05/2019).

Hal itu diungkapkan salah satu anggota keluarga korban Arif(36) saat diwawancarai awak media radar-x.net, ” kami selaku keluarga sangat menyayangkan pelayanan puskesmas Banyuates karena pada saat adik kami kecelakaan tepatnya jam 12.00, Senin 29 April 2019 masuk ke Puskesmas Banyuates sekitar Jam 13.00. Ternyata disana tidak ada satu dokter pun hanya ada perawat masih baru,” ujarnya.

Arief juga menambahkan, “Anehnya lagi saat mau di rujuk ke RSUD Bangkalan malah supir ambulance nya tidak ada sampai 30 menit datang supir Ambulannya, sedangkan kunci ambulannya yang hilang. Pokoknya dari jam 13.00 sampai jam 15.00 baru berangkat ke Bangkalan, akhirnya meninggal dunia di Bangkalan dan kami minta kepada pihak puskesmas Banyuates agar kedepannya tidak seperti ini lagi,” Imbuhnya.

Matturi, orang tua korban saat dikonfirmasi awak media dirumahnya.

Matturi selaku orang tua korban saat di wawancarai Awak media radar-x.net mengatakan, “kalau saya mas, merasa sangat kehilangan namun apa daya ketika anak saya dipanggil Allah, kami pasrah saja tapi yang masih saya kenang hingga saat ini ketika saya menggendong anak saya menuju ambulance saat mau dirujuk ternyata kuncinya tidak ada disitu. Saya mulai marah dan tidak konsentrasi,” kata Matturi sambil berlinang air mata.

“Saya tidak akan menuntut apa-apa mas, karena saya orang bawahan hanya tukang kuli bangunan. Semoga dengan adanya media ini semua pejabat bisa tau seperti apa kerja Puskesmas Banyuates,” tambahnya.

Saat Rekan Media radar-x.net, mencoba menelusuri ke Puskesmas Banyuates ternyata Endang ada di Cafe Ratu sedang ada tamu. Namun kami memaksa untuk meminta waktu wawancara agar semua Clear saat di wawancarai dan di dampingi Slamet.

Endang, Kepala Puskesmas Banyuates saat dikonfirmasi awak media radar-x.

” Terkait korban yang meninggal mas, itu kami sudah lakukan sesuai prosedur serta aturan yang ada dan Korban masuknya jam 14.00 WIB, makanya saat itu dokter-dokternya pulang istirahat. Kami piketkan perawat dan terkait supir ambulance itu ada kuncinya juga ada namun kami berusaha merawat dulu karena lukanya di kepala dan saya selaku kapus bersama pak slamet ingin melayat ke keluarga korban. Namanya saja musibah dan ini ada miskomunikasi,” tegasnya. (Ries)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.