Aktivis KPK Nusantara Ancam Akan Laporkan Penghina Profesi Pers

0
79

MEDAN, radar-x.net – Pers dilindungi oleh UUD 1945 sebagai dasar Negara Indonesia yang sudah tertuang pada undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Oleh Karna itu semua pihak haruslah menghargai profesi pers bukan malah menghina atau malah mengintimidasi pekerjaan Pers.

Medan lagi-lagi menjadi viral akibat ulah Anton nama samaran yang diduga menghina wartawan online suarmediasumut.com. Anton sendiri adalah warga Tj Mulia, Kel Tj Mulia, Kecamatan Medan Deli Alluminium IV no 103, diduga kuat menghina wartawan online suaramediasumut.com, Rabu 1 Mei 2019.

Dikutip dari media online suaramediasumut.com, kejadian tersebut bermula menurut informasi dilokasi diduga pemicunya akibat amarah (emosi) yang tidak terkontrol terkait setelah petugas PLN melakukan tindakan pemutusan Meteran Listri (PLN) tiga hari yang lalu sehingga diduga pelaku tak terima karna di omongi si pemilik Rumah.

Saat awak media konfirmasi langsung ke pemilik Rumah di jalan Tj Mulia Aluminium lV no 103 , Kamis 02 Mei 2019 mengatakan,
” Bang Dia Anton (diduga pelaku) tidak terima saya ceritakan sama suami dan Abang saya (pemilik rumah) terkait meteran Listrik rumahnya yang telah diputus oleh petugas PLN tiga hari yang lalu.

” Suami sayapun senyum aja saat saya ceritakan perihal tersebut. Kata suami saya, “itulah akibat tak membayar tunggakan listrik (PLN), mungkin terdengar oleh dia Bang (diduga pelaku) saat suami saya mengatakan demikian selanjutnya dia emosi kepada kami dan sempat dia katakan akan mengancam suami saya,” jelas korban Ibu beranak tiga ini kepada awak media.

Ibu yang tak mau menyebutkan identitasnya kepada awak media mengaku, “saya sempat dengar juga ketika Anton (samaran) menghina propesi suami sebagai wartawan, kata dia mengatakan yang sekuat – kuatnya di teras rumahnya “watawan apa itu wartawan tak jelas, wartawan P*P** (kata kotor yang terlontar dari mulutnya) menirukan yang di ucapkannya Anton (samaran). Sungguh saya sebagai istri sangat kecewa bang atas ucapan yang dilontarkan ke suami saya tapi kami semua diam saja dan hanya menjadi pendengar yang budiman,” tutup ibu ini dengan sangat marah kepada awak media yang mewawancarainya kamis 02 Mei 2019.

Anton (samaran), diduga pelaku.

Akbibat ulah Anton yang diduga, sontak membuat Aktivis KPK Nusantara Provinsi Sumatera Utara, Mulya Koto geram dan bakal membuat laporan pengaduan kepada Pihak Kepolisian terkait dugaan penghinaan terhadap Profesi Pers.

” Saya akan kawal terus permasalahan dugaan penghinaan profesi pers ini, sebab pers itu adalah asset negara yang dilindungi UU,” tegas Mulya Koto, ketika di konfirmasi tentang penghinaan profesi pers melalui handphone selulernya, Siang 2 Mei 2019.

Dijelaskannya, apabila terbukti Anton (nama samaran) diduga bisa terjerat dalam pencemaran nama baik, yang di atur dalam Pasal 310 ayat (1) KUHP. Ancaman pidananya pun maksimal sembilan bulan dan pada ayat (2) ancaman pidananya maksimal satu tahun empat bulan.

“Untuk fitnah, diatur pada Pasal 311 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” tutup Mulya Koto. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.