Marak Penimbunan BBM Solar Subsidi Di Takalar Diduga Ada Yang Perjual Belikan

0
55

TAKALAR, radar-x.net – Maraknya dugaan penyalahgunaan penimbunan BBM (bahan bakar minyak) jenis solar subsidi di kabupaten Takalar patut di curigai ada permainan yang menguntungkan sepihak.

Pasalnya, mobil yang sedang melakukan pengisian BBM jenis solar subsidi di SPBU 74.922.02 pa’ririsi Takalar pada Senin 15/04/19 sebanyak 4 (empat) unit mobil jenis mobil pick up kedapatan melakukan kegiatan pengisian BBM jenis solar subsidi masing-masing mengisi 750 liter di tiap mobil meski mengantongi surat rekomendasi dinas perikanan dan kelautan kab takalar dengan mengetahui unit tipiter Reskrim polres Takalar patut diduga dianggap sudah melebihi kapasitas.

Bayangkan saja dalam pengisian gelon BBM jenis solar di SPBU 74.922.02 Takalar yang dimuat untuk digunakan nelayan di wilayah pinggiran yakni galesong mencapai kapasitas 3 (tiga) ton patut diduga tidak digunakan oleh pihak nelayan melainkan untuk di ecer di jual ulang dengan harga yang lebih tinggi yaitu 7 ribu perliter bahkan mencapai dengan harga 8 ribu perliter oleh oknum.

Bukan itu saja pengisian BBM jenis solar subsidi ini ada permainan dengan pihak SPBU 74.922.04 Takalar dalam pengisian 1(satu) jerigen operator SPBU dibayar 5 ribu per jerigen.

Saat melakukan penyamaran salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya di tanya mengatakan kepada media radar-x waktu hendak mengisi BBM lewat jerigen di mobilnya, “kamu bayar berapa tiap jerigen?, ia pak saya biasa kasih operator 5 ribu per jerigen,” ujarnya.

Sementara itu di setiap SPBU hampir semua terminal depok Pertamina yang ada di tiap pangkalan hanya melayani pengisian BBM jenis solar subsidi sebanyak 8 (delapan) ton yang artinya suplai stop BBM jenis solar Subsidi dibatasi oleh pangkalan.

Diakui pengawasan SPBU 74.922.02 yang ada di Takalar kepada media ketika dikonfirmasi menurutnya, “ia pak kita layani pengisian jeregen karena mereka membawa surat rekomendasi dan mengatahui pihak kepolisian,” ungkapnya.

Dengan adanya peristiwa ini dugaan maraknya penimbunan BBM jenis solar subsidi yang dilakukan oleh oknum yang dicurigai masuk kategori ajang bisnis dengan menjual ulang BBM jenis solar ke nelayan kecil perlu ada perhatian baik dari instansi terkait yang mengeluarkan surat rekomendasi juga pengawasan dari pihak kepolisan perlu di tingkatkan.

Kapala satuan reserse kriminal (kasat Reskrim) polres Takalar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muh. Warpa SH.

Di tempat terpisah Kapala satuan reserse kriminal (kasat Reskrim) polres Takalar Ajun komisaris polisi (akp) Muh. Warpa SH., yang ditemui media radar-x di ruang kerjanya menegaskan bahwa pengisian jerigen BBM jenis solar subsidi di setiap SPBU yang ada di wilayah kabupaten Takalar pihaknya akan menindak tegas oknum yang tidak sesuai prosedur.

Menurut AKP Warpa SH., dalam pengisian jerigen BBM jenis solar subsidi di SPBU untuk nelayan harus mendapatkan surat rekomendasi oleh dinas perikanan dan kelautan dan untuk petani di sawah harus ada rekomendasi dinas pertanian dengan tujuan untuk di pakai bukan untuk dijual dan surat rekomendasi tersebut harus diketahui sat Reskrim unit tipiter polres Takalar itupun hanya di pakai satu kali jalan.

“Kalau ada informasi masyarakat yang membawa jerigen BBM jenis solar subsidi biarpun ada rekomendasi tapi tidak mengetahui sat Reskrim unit tipiter polres takalar pasti kami tangkap,” kata AKP Warpa.

AKP Warpa juga berharap, “pihak LSM maupun masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi aktif dalam pengawasan penimbunan BBM jenis solar subsidi jika ada oknum yang tidak mengantongi rekomendasi atau mengecer atau menjual ke nelayan segera laporkan nanti kita proses karena BBM yang diambil bukan tujuannya di jual tapi untuk di pakai sendiri,” pungkasnya. (Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.