Masyarakat Tambal Sulam Jalan Raya, Pihak Terkait Diduga Tutup Mata

0
32

SAMPANG, radar-x-net – Dalam sepekan Terakhir, jalan ini sudah membawa korban jiwa, dalam hitungan bulan dan akhir-akhir ini setidaknya sudah terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh adanya jalan yang bergelombang dan berlubang.

Hasil himpunan awak media Radar-X, bahwa dalam seminggu terakhir ini, jalan tersebut sudah merenggut jiwa seorang siswa Moh. Riski (15) asal desa dulang kecamatan Torjun kabupaten Sampang Jawa Timur, setelah menerima penanganan yang begitu serius, dan akhirnya Moh. Riski menghembuskan nyawa terakhirnya disalah satu rumah sakit karena terlalu banyaknya darah yang keluar, yang diakibatkan kerasnya benturan yang dialami korban di tempat kejadian perkara saat mau menghindar dari jalan yang bergelombang dan berlubang dan akhirnya terjadilah tabrakan. Jum’at, 08/02/2019.

Hasil pantauan awak media Radar-X, Minggu, 10/02/2019. Pemuda karang taruna desa Patarongan bersama warga desa Patarongan yang dibantu oleh pihak kepolisian sektort setempat, mereka beramai-ramai menutup dan memperbaiki jalan yang berlubang dengan pasir, batu cor, dan semen untuk menghindari kecelakaan dijalan tersebut.

Moh. Faridi ketua karang taruna desa Patarongan sebagai kordinator bhaksos (bhakti sosial) mengatakan, ” betul mas…!, saya bersama anggota karang taruna dan masyarakat desa Patarongan yang dibantu boleh polsek Torjun, berusaha untuk menutup jalan yang berlubang, karena ini sangat berbahya untuk keselamatan pengendara, dan pengemudi lainnya,” ungkapnya.

Ach. Faridi menambahkan, bahwa bhakti sosial ini adalah murni dari masyarakat, karena pihak yang terkait diduga tutup mata. Padahal hal tersebut sudah cukup lama, bahkan sering terjadi kecelakaan dijalan ini bahkan sampai merenggut jiwa.

“Bakti sosial ini adalah murni dari masyarakat, karena pihak terkait diduga tutup mata. Padahal ini sudah lama mas, bahkan sering terjadi kecelakaan dan bahkan sampai merenggut jiwa. Dengan adanya gerakan seperti ini, semoga pemerintah sadar akan tugasnya,” pungkasnya. (MK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.