Beredar “Surat Permohonan Maaf” Oleh Oknum Kepada NU Atas Pencemaran Nama Baik

0
60

SAMPANG, radar-x.net – Salam silaturrohim selalu dikumandangkan, dan silaturrohim pula selalu dilakukan oleh umat beragama selama mereka berpijak di muka bumi dan dimanapun mereka tinggal, hanya karena dengan bersilaturrohim mereka mampu menjaga eratnya tali untuk mengikat keutuhan persaudaraan antar sesama.

Pasalnya, Ber-Silaturrohim itu memang dianjurkan sejak zaman Rosulullah SAW, untuk kebaikan mereka itu sendiri agar tidak ada terjadinya pertikaian dan membendung adanya pembelah sesama yang dipicu oleh perkembangan zaman dan kehidupan itu sendiri.

Ironisnya, bila silaturrohim dizaman modernisasi ini kurang diutamakan, hingga menimbulkan problema yang tak seharusnya ada, kini kian hari mulai nampak dimuka publik, seakan bersilaturrohim sudah tidak jamannya lagi, ditambah berkembangnya IMTEK (ilmu tegnologi) yang sudah membudaya diseluruh nusantara untuk sarana menuju puncak kesuksesan.

Hasil penelusuran awak Media Radar-X dilapangan. Mulai dari tingkat anak-anak sampai orang dewasa, mulai dari jejaringan sosial sampai media nyata semua berlomba-lomba dengan menggunakan media hasil perkembangan dan kecanggihannya tegnologi. Ada yang memanfaatkan medsos sebagai alat silaturrohim untuk kebaikan, dan tak sedikit pula yang menggunakan medsos untuk memicu adanya perbedaan antar sesama.

“Faktanya jelas dan nyata, di akhir pekan Januari 2019 telah beredar video yang kurang mendidik di medsos (media sosial) namun suasana tetap kondusif,” ujar salah satu pengurus PCNU kabupaten Sampang.

Hal senada disampaikan oleh sekjen GP Ansor kabupaten Sampang, Lora Moh. Amin Syafi’, “ya,,,! informasi itu memang bener!, tapi alhamdulillah, oknum tersebut sudah mengirimkan (SURAT PERMOHONAN MAAF) pada NU, dengan senang hati warga NU sudah memaafkan isi konten video itu, asal jangan mengulangi perbuatan yang tidak mendidik itu lagi,” jelasnya.

Kepada awak media Radar-X, dikediamannya. Lora Moh. Amin Syafi’ juga memberikan lembaran permohonan maaf oleh oknum tersebut. Yang isinya bila oknum tersebut mengulangi perbuatannya seperti itu lagi, oknum tersebut siap diproses secara hukum yang berlaku di negara Indonesia. Isi lembarannya.

Sementara, ketua Satkoryon banser kecamatan Omben, KH. Abdul Basid Baihaqi menegaskan, “saya harap tidak ada lagi video yang tidak mendidik itu, apalagi didalam video itu yang menyampaikan adalah orang berpendidikan, agar tidak menimbulkan gesekan antar tokoh, dan meresahkan masyarakat,” tandasnya. (MK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.