” Reshuffle Poktan ” Di Kantor Desa Sukahaji Berjalan Kondusif

0
157

INDRAMAYU, radar-x.net – Pemerintahan Desa Sukahaji Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu gelar kegiatan musyawarah untuk melakukan perubahan Kelompok Tani(Poktan), yang bertempat di Kantor Desa Sukahaji, Rabu(02/01/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri Teguh Budiarso,S.Sos, M.Si., (Camat Patrol), H. Aan Supriatna (Kuwu Sukahaji), Dr. Misna (Kepala UPTD BPP Kec. Patrol – Sukra), Abdulah,(POPT), H. Warman, (PPL).

Menurut H. Aan Supriatna (Kuwu Sukahaji) mengatakan bahwa, perubahan Poktan itu perlu dilakukan karena desakan dari masyarakat. Karena banyak permintaan dan aspirasi dari masyarakat yang bergerak dalam bidang pertanian untuk segera melakukan perbaikan pada kelompok tani di desa Sukahaji.

” Maka apa saja yang harus dilakukan agar kelompok tani dan pemerintahan desa bisa bersinergi dan apa saja yang di butuhkan oleh kelompok tani, seperti air untuk pengairi sawah dan lain sebagainya. Mungkin saya bisa membantu, tujuan saya ingin memperbaiki persoalan yang ada dibidang pertanian di desa Sukahaji dan itu semua bisa berjalan jika kelompok tani dan pemerintahan desa bisa bersinergi,” ungkapnya.

Masih pada tempat yang sama Teguh Budiarso, S.Sos, M.Si., (Camat Patrol) menyampaikan pada saat musyawarah resulf poktan, “Saya berharap kelompok tani dan Gapoktan bisa bersinergi dengan pemerintahan desa dan kelompok yang lama jangan marah, baiknya turut membantu kelompok yang baru, karena persoalan pertanian adalah persoalan bersama dan untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Menurut Abdullah (POPT) di wilayah Sukahaji, ada 7 kelompok tani yang sudah terdaftar di kementrian pertanian. “Di Desa Sukahaji Kecamatan Patrol ada 7 poktan yang terdaftar di kementrian pertanian, ini bukan main-main, kelompok tani yang sudah terdaftar di kementrian, jadi setiap program yang belum tercatat di sinduk, jika terjadi sesuatu, kelompok tani wajib mengembalikan. Kewenangan kelompok tani adalah hak proregratif kuwu, sebab jika ada pengajuan harus ada tanda tangan kuwu,” ujarnya.

Di tambahkan juga Dr. Misna (Kepala UPTD BPP Kec Patrol – Sukra) mengatakan, “untuk reshuffle poktan ada dua cara. Mengganti pengurus atau kelompok taninya, jika mengganti kelompok, membutuhkan proses dan waktu yang lama, tapi jika cuma mengganti kepengurusan kelompok tani lebih mudah prosesnya, tinggal ganti nama saja,” paparnya.

Reshuffle poktan di kantor desa berjalan kondusif tanpa ada kendala, semua pengurus kelompok tani yang lama mengundurkan diri, demi kepentingan bersama dan memberikan kepada generasi berikutnya.

Seperti yang di sampaikan Supendi ketua kelompok Subur Jaya II. “Saya ketua kelompok subur jaya II bersama semua pengurus, sekretaris, bendahara dan yang lainnya menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan Poktan Subur Jaya II. Ini bukan karena kami tidak suka sama kuwu, tapi kami memberikan kesempatan kepada generasi generasi berikutnya,” ungkap Supendi di sambut tepuk tangan semua peserta musyawarah.(Nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.