Sosialisasi Program BSPS Di Desa Patrol Lor

0
28

INDRAMAYU, radar-x.net – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jendral Rumah Swadaya terus gulirkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau lebih dikenal sebagai program bedah rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Tujuan program BSPS ini sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 6 tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan BSPS, adalah terbangunnya rumah yang layak huni oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Penyalurannya perlu di ketahui, mengacu kepada peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 07 Tahun 2018 Tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, di mana penyaluran dana BSPS disalurkan oleh Bank ataupun Kantor Pos.

Bentuk program tersebut meliputi peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru dilihat dari kualitas atap, lantai dan dinding rumah untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan.

Tanpa ketinggalan dengan Desa Patrol Lor, pada Kamis (07/12/2018) Gelar sosialisasi program BSPS, yang di hadiri H.Sulaeman NK Kuwu patrol lor, Dedi irawan Kepala UPTD cipta karya, Hilal hilmawan Caleg DPRD Propinsi jawa barat, Solehudin Sekmat patrol, Yudi korfas, Edi Petugas lapangan serta masyarakat Desa Patrol Lor.

H. Sulaeman Kuwu Desa Patrol Lor dalam sambutannya menyampaikan, “Bantuan BSPS yang kita dapat ini hasil dari Aspirasi Daniel Anggota DPR RI, Kita sangat berterima kasih atas bantuannya, karena tidak semua desa mendapatkan bantuan BSPS, untuk kecamatan Patrol hanya desa kita yang dapat bantuan BSPS sejumlah 35 rumah. Saya atas nama Pemerintahan Desa Patrol Lor mengucapkan banyak terima kasih,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Yudi Korfas (Koordinator Fasilitator) menjelaskan kepada masyarakat tentang BSPS, bahwa Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya(BSPS) karena bantuan ini bersifat stimulan dan swadaya. Jadi masyarakat penerima bantuan wajib membantu berupa matrial atau tenaga kerja, sedangkan bantuan ini masyarakat mendapatkan bantuan berupa matrial bukan uang.

“Untuk tahun depan diharapkan bantuan naik menjadi Rp.17,5juta, mohon do’anya, karena ini sifatnya baru usulan, dan dalam pelaksanaannya, saya berharap kerja samanya di mulai dari Kecamatan, desa, masyarakat dan semua pihak yang terkait untuk menyukseskan program ini,” ujarnya.

Yudi menambahkan, dalam pelaksanaannya nanti ada msyarakat penerima bantuan yang mendapatkan matrial yang tidak sesuai dengan yang ada dikwitansi matrial. “Baik itu barang kwalitasnya kurang bagus atau jumlahnya yang kurang, saya berharap berani melaporkan, karena bantuan ini tujuannya untuk membangun,” tandasnya. (Nas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.