Pemerintah Desa Napo Daya Serahkan Sertifikat Tanah Secara Simbolis

0
157

SAMPANG, radar-x.net – Melengkapi Administrasi dan menyimpannya sebagai dokumentasi sebuah berkas sangatlah penting, sama halnya seperti menyimpan harta benda yang berharga.

Pasalnya, negara kita adalah negara hukum yang pastinya harus tertib administrasi, baik itu administrasi sejak kita dilahirkan(akte kelahiran) sampai administrasi terakhir kita hidup(akte kematian), apalagi dijaman sekarang ini semua warga Indonesia diwajibkan melengkapi administrasinya agar tidak ada masalah di kemudian hari.

Program yang disalurkan oleh pemerintah untuk rakyat diantaranya adalah penerbitan sertifikat melalui kepala desa dalam pelayanan pengukuran tanah yang sederhana, mudah, dan cepat. Karena penerbitan tanah adalah rangkaian dan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah secara terus menerus, berkesinambungan dan teratur.

Berdasarkan pantauan awak media Radar-X, pada Rabu 19 Desember 2018, dilokasi (balai desa) desa Napo Daya kecamatan Omben kabupaten Sampang Jawa Timur, digelar penyerahan secara simbolis sertifikat tanah dari pemerintah desa kepada masyarakat desa Napo Daya sebagai tanda bukti sah pemilik tanah yang ada di desa tersebut.

Acara yang cukup istimewa itu dihadiri setidaknya 300 warga, dan ikut hadir dalam acara tersebut DPR RI komisi II H. Zainuddin Amali SH., dan Camat Omben Suyanto SE.MM., berserta sebagaian staf kecamatan, Tokoh Agama Ust. Mahrus Saputro, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat desa Napo Daya Omben Kabupaten Sampang.

Holid Mawardi, selaku kepala desa Napo Daya melalui sekretarisnya Mohammad Imron membenarkan, bahwa pihaknya menerbitkan beberapa sertifikat tanah untuk masyarakat yang sudah mengajukan kepemilikan tanah masing-masing.

“Betul mas…!, Kami menerbitkan beberapa sertifikat tanah untuk masyarakat kami yang memiliki tanah sesuai pengajuannya,” ungkapnya.

Imron sapaan akrab sekretaris pribadi kapala desa Napo Daya menjelaskan, pihaknya bersama kepala desa beserta seluruh perangkat desa napo daya membangun pola fikir masyarakat yang mulanya hanya itu-itu saja. Artinya dan diantaranya, banyak pemilik sah tanah yang masih belum memegang bukti kepemilikannya.

“Kami bersama kepala desa beserta seluruh perangkat desa membangun pola pikir masyarakat. Yang artinya, banyak pemilik sah tanah yang masih belum memegang sertifikat. Ada yang sudah menikah tetapi belum miliki surat nikah, ada juga yang sampai saat warga belum memiliki KTP, KIS, dan akte kelahiran. Jadi, kami berupaya untuk masyarakat desa Napo Daya melengkapi administrasi,” jelas Imron.

Busiri warga desa Napo Daya mengatakan, “alhamdulillah mas…!, sekarang saya sudah punya sertifikat, dan tanah yang lain milik saya, akan saya ajukan ke kepala desa Napo Daya,” ucapnya. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.