Jelang Pergantian Tahun, LSM KPK Nusantara DPC Sampang Akan Gelar “Muskercab”

0
195

SAMPANG, radar-x.net – Menjelang hari Milad ke 3 LSM KPK Nusantara, ketua bersama anggota DPC Sampang, akan gelar KOPDAR (Kopi Darat), mengingat sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang notabennya adalah Lembaga Pemantau Korupsi bersikukuh untuk menyelamatkan Negara dari perbuatan oknum-oknum penyelenggara pemerintah yang meresahkan dan merugikan Negara.

Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang rencananya akan di gelar di kediaman ketua LSM KPK Nusantara DPC Sampang, pada minggu (23/12/2018) mendatang, akan bernuansa dengan tema) ‘KOPDAR’ antar anggota serta sejauh mana pantauan anggota bersinergi dengan masyarakat dan penyelenggara pemerintah.

Pasalnya, sebagai pihak penyelenggara pemerintah dan pengemban amanat bangsa ini, semua Instansi, Pejabat, Penegakan Hukum sampai Pemerintah dari tingkat RT/RW s/d Pemerintah Pusat, wajib melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin dan harus bekerja sesuai amanat yang disumpahkan saat diikrar dibawah kitab suci dan melaksanakannya kewajiban itu seperti yang tertuang dalam undang-undang.

Ironisnya, masih saja ada pemutar roda pemerintah yang diduga nakal dan terkesan melanggar aturan (mulai dari data sampai dana).

Andre Efendy, selaku aktifis anti Karupsi berpesan dan mengajukan Permohonan kepada ketua LSM KPK Nusantara DPC Sampang Muhlis Wijaya, agar tetap semangat untuk mengawal pekerjaan pemerintah agar pihaknya tidak dianggap Buta dan Tuli, agar mereka sadar bahwa mereka hanyalah menjalankan tugas bukan memberikan tugas.

Andre Efendy, aktifis yang beralamatkan pamekasan itu mengajak ketua LSM KPK Nusantara DPC Sampang untuk segera melakukan KOPDAR dan Muskercab.

Sementara Muhlis Wijaya ketua LSM KPK Nusantara Sampang menanggapi serius pengajuan salah satu anggotanya tersebut.
” Ya Betul…! Insya Allah akhir tahun ini Kami akan melakukan KOPDAR sesuai permintaan anggota dan pengaduan masyarakat,” jelasnya saat dihubungi melalui telepon seluler.

Saat disinggung pengaduan masyarakat, Muhlis hanya tersenyum dan mengatakan, “memang ada tapi masih kami pelajari. Sebagai aktifis sosial dan anti korupsi, harus berjalan tegak walau rintangan menerpa,” pungkas Muhlis. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.