Polres Sampang Sosialisasi Berita “Hoax” Di Pondok Pesantren

0
33

SAMPANG, radar-x.net – Banyaknya para pemberi informasi disikapi baik oleh pemerintah, baik berita online maupun berita cetak dan lainnya yang sedang beredar, dan begitu dimanfaatkan oleh para kalangan.

Dengan adanya para penulis berita itu sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, baik bagi saudara-saudara kita yang tinggal di Pondok Pesantren maupun para kalangan pedesaan. Namun akhir-akhir ini maraknya pemberitaan yang berkonten meresahkan (HOAX) itu yang menjadi fenomena.

Dalam menanggapi hal tersebut, Polres sampang menggelar sosialisasi tentang beredarnya pemberitaan yang mengandung isi tidak benar (HOAX), di Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal Omben Sampang Jawa Timur. Senin, 05/11/2018.

Langkah dan gerakan yang dilakukan oleh polres sampang tersebut, sangat tepat dan mendapat nilai positif dari pengasuh dan pengurus pondok pesantren serta masyarakat Sampang. Pasalnya, adanya kegiatan tersebut sangat membantu dalam pemahaman para santri dan pengurus, apalagi kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin polres Sampang dalam melakukan sosialisasi ke pesantren-pesantren se-Kabupaten.

Kegiatan sosialisasi memang sengaja diterapkan dipesantren pesantren se-Kabupaten Sampang, karena santri dan para pengurus pondok pesantren selalu percaya kepada siapapun, sehingga jajaran Polres Sampang melakukan sosialisasi untuk mencegah atas beredarnya berita hoax yang tendensius meresahkan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan santri dan siswa, pengurus, pengajar pondok pesantren Darul Ulum, LSM KPK Nusantra dan media.

Dalam sambutannya, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman SIK. SH.MH., melalui Brigadir Dody F.D, SH.MH., menyampaikan sangat terima kasih kepada pengasuh pondok pesantren Darul Ulum Gersempal Omben Sampang, karena telah memberikan kesempatan dan waktu kepada dirinya untuk melakukan sosialisasi tersebut.

” Kami dari pihak kepolisian berharap kepada semua yang hadir untuk jangan terlalu percaya terhadap beredarnya berita berita bohong, meskipun adanya berita tersebut menarik, dan tolong ditelusuri dulu sumber dan kebenarannya,” ungkapnya.

Pantauan awak media radar-x.net dilokasi, polisi gagah itu sebagai nara sumber memaparkan bahwa beredarnya pemberitaan bohong itu melanggar undang-undang, mulai dari pembuat berita dan penyebarnya. Disamping itu, ia juga sempat menyinggung dan berharap agar masyarakat tetap tenang dan kondusif tentang pembakaran bendera pasca HSN tanggal 22 November 2018.

” Kami sudah melakukan sosialisasi ini ke berbagai pesantren-pesantren seperti di Darul Ulum 2 Alwahidiyah, As-Sirojiyah, Mambaul Ulum dan pesantren pesantren lainnya,” jelasnya.

Sementara pengurus Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal Omben sampang Abd. Rohim, memberikan apresiasi yang begitu besar untuk polres Sampang, karena sejauh ini memperhatikan dan menjadikan pesantren sebagai mitra kerjasama dalam menegakkan NKRI.

Hal senada disampaikan oleh Mottofi, salah satu tim investigasi LSM KPK Nusantra, yang sempat hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, “kami angkat topi pada polres Sampang, apalagi kegiatan tersebut menjadi agenda rutin,” ujarnya. (Mon)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.