Kaur Desa Drunten Kulon Di Sinyalir Bermain Dalam Proses Perceraian

0
42

INDRAMAYU, radar-x.net – Kasus perceraian sudah menjadi persoalan klasik di lingkungan sekitar kita, Perceraian merupakan salah satu jalan atau keputusan yang sangat tidak di inginkan oleh setiap rumah tangga, karena dalam perceraian ada pihak yang secara otomatis ikut menerima dampaknya, seperti anak-anak hasil dari pernikahan dan keluarga dari kedua belah pihak.

Dari salah satu kasus perceraian warga Desa Drunten Kulon Kecamatan Gabus wetan Kabupaten Indramayu, Sunimah menggugat suaminya yang bernama Hadi Erawan yang sudah terdaftar pada (19/11/2018) lalu. “Cerai Ghoib” dengan nomor perkara 7801/18 yang secara resmi sidang pada 26/03/2019 di Pengadilan Agama.

Pasalnya, dari proses perceraiannya tersebut, banyak ditemukan kejanggalan dari Informasi yang di dapat awak media dari pengadilan agama dan Lebe Desa Drunten Kulon bertolak belakang.

Jumadi, selaku Lebe (Kaur Desa) saat di konfirmasi di Kantor Desa Drunten Kulon, Jum’at (23/11/18). Apakah dia mengetahui atau tidak tentang adanya gugatan cerai warganya yang bernama Sunimah terhadap suaminya Hadi Erawan di Pengadilan Agama mengatakan, “Saya tidak mengetahui tentang gugatan cerai sunimah kepada suaminya,” jawabnya.

Di tempat yang berbeda, pihak Pengadilan Agama bagian Informasi dan aduan saat di mintai keterangan soal gugatan cerai sunimah kepada suaminya mengatakan, “Sunimah mendaftarkan gugatannya di antar oleh Lebe (Kaur) desanya, masyarakat desa seperti biasa, apabila ingin mengajukan gugatan cerai di dampingi oleh Lebe desa,” terangnya.

Sedangkan tuduhan dari Sunimah kepada suaminya pun pada gugatan tersebut tidak mendasar, disebabkan pada salah satu tuduhannya adalah selama ini Sunimah tidak mengetahui keberadaan suaminya. Padahal Sunimah mengetahui betul jika Hadi selama ini bekerja, bahkan sering memberi nafkah kepada Sunimah sebagai rasa tanggung jawabnya sebagai suami.

Melihat banyaknya kejanggalan dalam gugatan Sunimah kepada suaminya, Hadi yang di dampingi Karmin Ketua Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) mengatakan, “kalau memang gugatannya tidak masuk di akal atau memberikan keterangan palsu kepada panitera atau pengadilan, saya selaku Dewan Perwakilan Cabang FBI akan memberikan perlawanan jika di dalam persidangan memberikan alasan yang tidak masuk di akal. Contohnya, jika dia masih mengelak adanya pemberian nafkah dari suami, jelas itu ada ungkapan yang palsu, karena suaminya sering memberi nafkah dan itupun ada saksinya,” ungkap Karmin.

Selain itu, lanjut Karmin, Masalah jodoh itu sudah ada yang mengatur, tetapi alasan gugatan cerainya harus masuk di akal dan dengan hadirnya kami bukan untuk memperkeruh rumah tangga, tapi kami berharap dengan kehadiran kami, saudari Sunimah mau merajut kembali rumah tangganya,” pungkasnya. (Nas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.