Gazali Abbas Jangan Salah Tafsirkan Lembaga Walinanggro

0
199

ACEH UTARA, radar-x.net – Tokoh muda Baktiya Jadidan, melihat dalam sepekan ini tentang pemberitaan di media sosial semakin memanas dengan Statement yang dikeluarkan Seorang Wakil Rakyat perwakilan Daerah di Jakarta, hingga membuat dirinya angkat bicara. Menurutnya kata-kata yang dikeluarkan dari mulut senator itu tidak layak dan salah minum obat.

” Seharusnya yang dilakukan adalah memperkuat kedudukan lembaga wali nanggroe karena Masih banyak hutang Pemerintah Pusat yang belum dilunasi, butir-butir MoU dan juga perintah UUPA. Maka kita ingatkan kepada Jakarta jangan malah menghilangkan yang sudah ada di Aceh,” ujar Jadidan. Jum’at (16/11/2018).

Dijelaskannya, bahwa proses perjalanan panjang dengan penuh pengorbanan yang berdimensi hukum, militer, dan hak asasi manusia (HAM), konflik yang terjadi di Aceh selama 30 tahun merupakan salah satu konflik berdarah yang menimbulkan banyak pejuang gugur dalam medan pertempuran lebih 30 ribu syuhada.

” Kami selaku pemuda Baktiya kususnya, umumnya aceh utara, pernyataan Gazali Abbas sangat menyakiti hati semua mantan kombatan GAM/KPA, dan pemuda sebagai pendongkrak masa depan bangsa yg selama ini sudah menjaga perdamaian yg sangat baik. Maka saya meminta kepada pemerintah pusat jangan sampai gara-gara seorang Gazali Abbas yang tidak suka dengan perdamaian yang sudah 13 tahun lamanya terjalin antara GAM dan RI bisa terukir kembali gara-gara statement seorang senator bodoh yang selama ini hanya memikirkan perut pribadinya saja dan mengambil keuntungan dari suara rakyat saja selama ini di Aceh,” jelas Jadidan.

” Tapi hari ini, dia mencoba memanaskan keadaan dengan menyebutkan bahwa lembaga wali Nanggro itu tidak penting lagi yang lahir dari rahim MoU Helsinki. Setelah terciptanya perdamaian Antara GAM dan RI,” ungkapnya.

” Maka saya sebagai seketaris pemuda baktiya madani dan sekretaris KNPI Kecamatan Baktiya, memita dan berharap kepada element masyarakat Aceh mulai dari pemuda-pemudi sampai tokoh-tokoh tua Aceh dan juga pemerintah daerah dan pusat jangan terpengaruh dengan ide-ide bodoh seorang senator yang bisa membuat perdamaian itu kembali kepada keadaan dimasa Silam.

” Sudah 13 thun lamanya kita bina perdamaian bersama Jangan sampai gara-gara pernyataan yang tidak Logis dari seorang senator tersebut membuat konflik laten kembali muncul,” tandasnya.

Jadidan menambahkan, selain mempunyai dasar histori yang cukup panjang dan kuat, Lembaga Wali Nanggroe juga merupakan amanat dari MoU Helsinki. ” Pemerintah pusat, atau siapapun tidak dapat mengangkangi butir-butir MoU. UUPA sebagai lex specialis Aceh yang mengimplementasikan MoU tidak bisa lagi diutak-atik atau dibonsai oleh siapapun dan saya sangat mengutuk pernyataan seperti itu dari seorang politisi,” pungkasnya. (MUR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.