Wakil Walikota Solok Mengukuhkan Kepengurusan Kampung Anti Narkoba

0
252

SOLOK, radar-x.net – Wakil Walikota Solok, Reinier, di Aula Kantor Lurah Simpang Rumbio, Rabu (3/10/2018), menggukuhkan kepengurusan di Kampung Kelurahan Simpang Rumbio sebagai kampung Anti Narkoba masa bakti 2018-2021.

Pasalnya, Pengukuhan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Lurah Simpang Rumbio Nomor 188.45/18/KPTS/IX-2018.

Ketua BNK Solok Reinier mengatakan, keberadaan kampung anti narkoba, agar warga Solok lebih sadar akan bahaya narkoba. “Kampung Anti Narkoba juga sebagai sarana untuk melaporkan jika didapati keluarga atau masyarakat yang mengkonsumsi narkoba, selanjutnya akan di assesment pemerintah,” katanya.

“Perlu kita ketahui jaringan narkoba saat ini sangat kuat, ini harus kita lawan dengan merangkul semua elemen,” ujar Reinier.

Wakil Wali Kota Solok, Reinier menjelaskan, saat ini posko anti narkoba di semua RW Kelurahan Simpang Rumbio sudah tersedia. Diharapkan juga akan di ikuti oleh kelurahan lain, agar Solok bisa menjadi kota Anti Narkoba.

Reinier dalam suasana haning juga mengucapkan terima kasih dan selamat ke semua perangkat Kelurahan Simpang Rumbio dan pengurus Kampung Anti Narkoba untuk bekerjasama memerangi Narkoba.

“Sekarang Kampung Anti Narkoba ini upaya nyata kita untuk memerangi narkoba,” kata Reinier.

Reinier juga meminta masyarakat Solok turut bersama-sama menyiapkan calon pemimpin yang bersih dari narkoba untuk pemerintahan yang akan datang.

Menurutnya, jika gagal kali ini, akan gagal pula pemerintahan yang akan datang. Kalau sukses pemerintahan yang akan datang, itu tugas bersama. “Maka dari itu mari kita jaga calon generasi penerus dari bahaya narkoba,” sebutnya.

Disamping itu, Reinier mengapresiasi kepedulian keluarga akan bahaya narkoba, karena saat ini ada 5 pengaduan yang meminta untuk segera di assesment.

Reinier mengingatkan masyarakat tak perlu malu-malu lagi untuk melaporkan persoalan narkoba. “Jangan sampai anak kita tertangkap dan terjerat hukum, tidak akan ada bantuan lagi,” pesannya.

Pemerintah Kota Solok bakal mensosialisasikan bagi pemilik toko agar tidak menjual lem kepada anak-anak, dan para orang tua diminta agar tidak menyuruh anaknya membeli lem.
“Untuk masalah lem ini, kita akan siapkan Perda-nya. Efek lem sangat berbahaya bagi ota anak, bahkan lebih berbahaya dari narkoba,” jelasnya.

Reinier menambahkan, setiap orang diduga terpengaruh narkoba, BNN akan melakukan assesment klinik secara lengkap. hasil asesmen sebagai dasar menentukan diagnosis dan rencana terapi sesuai untuk yang bersangkutan,” katanya.

Secara umum, asesmen digambarkan sebagai proses mendapatkan informasi tentang klien secara komprehensif, baik saat klien memulai program, selama menjalani program, hingga selesai mengikuti program.

“Informasi tentang klien dilakukan tiga pendekatan yaitu observasi, wawancara, serta pemeriksaan medik,” sebutnya.

Dalam acara pengukuhan pengurus kampung anti narkoba dihadiri Camat Lubuk Sikarah Hendri, Kabag Humas dan Protokol Nurzal Gustim, Lurah Simpang Rumbio Nasril , Ketua LPMK Simpang Rumbio H.Syahrul, seluruh RT, RW, Bhabinkamtibmas dan masyarakat. (Afri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.