Lurah dan Camat Tidak Hadiri Rapat DPRD, Komisi D Akan Surati Walikota

0
278

MEDAN, radar-x.net – Ketua Komisi D DPRD Medan Ir. Parlaungan Simangunsong menyatakan sangat kecewa dengan ketidakhadiran sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait bangunan bermasalah di Jalan Ngalengko Kelurahan Sidorame Barat II Kecamatan Medan Perjuangan, Selasa (16/10).

Hal itu ditegaskannya saat menskors RDP yang hanya dihadiri PKPPR dan A Rivai Situmorang SE, warga yang tinggal di rumah bersebelahan dengan bangunan bermasalah tersebut, serta sejumlah anggota DPRD diantaranya, Paul Mei Anton Simanjuntak SH, Drs. Daniel Pinem, Maruli Tua Tarigan dan Abdul Rani.

Parlaungan menegaskan, bahwa RDP diskors sampai waktu yang tidak ditentukan. Ke depan, Politisi Partai Demokrat itu menegaskan agar pihak eksekutif bisa menghargai dewan sebagai fungsi pengawasan dan legislasi.

“Panggilan RDP yang dilakukan dewan harusnya dihargai dengan mengirimkan kepala OPD untuk memperjelas permasalahan yang ada sesuai dengan pengaduan warga,” ujarnya.

Untuk itu, Simangunsong meminta agar pimpinan dewan menyurati Wali Kota terkait tidak hadirnya para pimpinan OPD yang diundang hari itu. Ada 4 pimpinan yang tidak hadir yaitu Lurah Sidorame Barat II, Camat Medan Perjuangan, Satpol PP serta Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP).

Dalam kesempatan itu, anggota DPRD Paul Mei Anton Simanjuntak juga menyatakan keheranannya dengan terbitnya SIMB bangunan bermasalah itu, padahal ada protes dari tetangga yang merasa keberatan dengan pendirian bangunan tersebut.

Saat pihaknya melakukan peninjauan ke lokasi, tidak ada SIMB bangunan tersebut. Hal itu ditengarai karena bermasalah dengan tetangganya dan seingat saya izin bangunan juga sudah distanvaskan.

Sedangkan, Rivai Situmorang yang merupakan warga menyatakan keberatannya dengan adanya pembangunan rumah tersebut karena dibuat rapat ke tembok pagarnya dan menutupi cahaya di jendela rumahnya. Selain itu, banyak material bangunan rumah yang jatuh ke halaman rumahnya. Kekesalan itu bertambah, karena pemilik rumah tidak pernah menemuinya untuk sekedar permisi mau membangun rumah karena rumah mereka berdampingan.

Rivai juga menduga adanya permainan/pemalsuan administrasi dalam proses penerbitan SIMB rumah itu. ” Karena sampai hari ini kami sekeluarga tidak pernah dimintai tanda tangan izin rapat tetangga,” tandasnya. (Jabrik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.