Cegah Konflik Sosial, Forum Keserasian Sosial Desa Sukojember Gelar Serasehan

0
77

JEMBER, radar-x.net. Forum Keserasian Sosial Berbasis Masyarakat (FKSBM) “Lentera” Desa Sukojember Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember, melakukan upaya pencegahan konflik sosial dengan menggelar sarasehan tepatnya di Dusun Cangkring. Rabu, (24/10/2018).

Kegiatan itu dihadiri perwakilan Dinas Sosial, perwakilan kecamatan, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat.

Ketua Forum Keserasian Sosial Desa Sukojember Ahmad Taufik mengatakan, potensi konflik sosial sering terjadi karena dipicu adanya program air bersih yang terkesan tidak sesuai prosedur dalam pekerjaan dan pengaturannya, sehingga masyarakat resah atas ketimpangan pembangunan di desanya.

“Potensi rawan konflik sosial di Desa Sukojember seperti ketidakmerataan pembagian aliran air bersih ke rumah-rumah warga yang terdiri dari dua Dusun. Dalam hal ini sumber mata air tersebut ada di wilayah Dusun Cangkring, akan tetapi aliran air tertuju ke Dusun Tegal Batu. Hal itu yang bisa memicu konflik Masyarakat dua Dusun ini,” ujarnya.

Dengan begitu Ahmad Taufik, berinisitif untuk menyampaikan aspirasi dengan mengajukan proposal permohonan bantuan berupa Tandon air bersih kepada Kementrian Sosial RI, dan Alhamdulillah terealisasi, hingga pada saat ini program tersebut telah diresmikan oleh pihak Dinas Sosial Kabupaten Jember.

Pembangunan dilakukan secara gotong royong. Dia berharap pembangunan itu setidaknya dapat meredam kecemburuan sosial dan konflik di tengah masyarakat. Namun yang menjadi point penting dari kegiatan gotong royong adalah kebersamaan antar warga.

“Selain untuk meminimalisir konflik, yang penting kebersamaannya. Harapannya dengan forum ini ada semangat kebersamaan dan gotong royong,” katanya.

Menurutnya, program dari Kementerian Sosial ini merupakan tandon beton yang patut kita syukuri karena masyarakat sudah tidak repot-repot lagi untuk mencari air bersih.

” Sumber mata air yang kami pakai adalah tiga sumur peninggalan sesepuh menggunakan mesin sedot untuk mengisi Tandon. Hal itu merupakan akses pertama untuk mengambil air untuk diminum, masak dan untuk beribadah,” ungkap Ahmad Taufik.

” Potensi ini nanti akan kami pelihara kelestariannya serta akan dialirkan ke rumah-rumah warga khususnya di Dusun Cangkring ini,” tegas Taufik. (Abas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.