Tajemtra 2018 Minim Atribut Partai Dan Seragam Perguruan

0
520

JEMBER, radar-x.net – Dalam rangka memperingati HUT RI 73, Pemerintah Kabupaten Jember, menggelar agenda rutin tahunan, yakni Tanggul – Jember Tradisional (Tajemtra) 2018. Sabtu (08/09/2018)

Gerak jalan yang menempuh sepanjang 30 Km tersebut, yang biasanya para peserta banyak memakai atribut partai dan seragam perguruan, kali ini tak sebanyak tahun sebelumnya karena aturan dari panitia. Namun yang terpantau di lapangan hanya ada 3 perguruan yang tetap menampilkan atribut tersebut.

Dalam acara Tajemtra 2018 ini tampak hadir, Bupati bersama suami dr. Abdul Rohim, Dandim, Letkol inf Arif Munawar, Kasbrig Letkol Inf. Rudianto beserta jajaran kesatuan di Jember, seluruh Forpimda hingga camat yang tak dapat disebut nama satu persatu, dan seluruh peserta baik perorangan maupun beregu.

Bupati dr. Faida MMR dalam sesi wawancara pada sejumlah media mengatakan, Tajemtra 2018 ini adalah tak hanya ajang olahraga semata, tapi juga merupakan ajang untuk menambah tali silaturahmi antara peserta yang satu dengan yang lain.

” Untuk saat ini banyak juga yang diikuti oleh peserta dari luar kota, termasuk Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Surabaya dan luar Negeri,” kata Faida.

Faida menjelaskan, untuk Tajemtra 2018 ini juga pesertanya lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang hanya diikuti 7 ribuan. Namun kali ini peserta mencapai 8000 lebih sesuai data dari Dispora yang terdaftar dalam asuransi tersebut.

” Selain hal tersebut di atas, peserta Tajemtra 2018 ini, juga diikuti puluhan orang difabel yang juga tampil dengan semangat sekali. Bahkan mereka ini sama dengan kami ingin tampil karena keterbatasan yang dia miliki,” ungkap mantan Direktur Bina sehat ini.

Secara terpisah Kadispora Dedy M Nurahmadi dalam keterangannya mengatakan, bahwa untuk Tajemtra 2018 saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada saat ini ada aturan dari panitia untuk peserta tidak boleh memakai atribut partai dan atribut perguruan beladiri.

” Kami tetap berusaha dalam setiap kegiatan Tajemtra akan semakin baik dan teratur. Tapi Alhamdulillah pelaksanaan tahun ini hanya ada segelintir yang tetap melanggar aturan panitia, dengan tetap memakai atribut partai dan atribut perguruan beladiri,” kata Kadispora.

Ditambahkannya, untuk tahun depan akan pihaknya akan membuatkan aturan yang harus memakai pakaian dan atribut yang sopan dan tak kelihatan arogan seperti yang saat ini temui.

” Tahun depan kami akan buat aturan yang diharuskan memakai pakaian yang sopan. Kita lihat saat ini di lokasi pemberangkatan para peserta tersebut,” tandasnya.

Pantauan awak media radar-x.net, saat menjalankan tugas di lapangan, Tajemtra 2018 ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Peserta yang memakai atribut partai dan perguruan silat hanya dapat dihitung dengan jari. Bahkan peserta yang notabene anak-anak muda dengan tampilan norak harus tetap dirazia oleh petugas, baik TNI dan Polri. Bahkan ada beberapa peserta masih berada di Polsek setempat untuk di BAP petugas. (Rez/Bas/Rol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.