Seorang Penyanyi Menuai Kontroversi, Insan Seni Banyuwangi Adukan Ke Dinas Pariwisata

0
598

BANYUWANGI, radar-x.net – Artis Nasional Dangdut Academy (DA), Danang yang memiliki nama asli Pradana Dieva, saat bernyanyi menjadi bintang tamu di hajatan pernikahan di daerah Blimbingsari Rogojampi, Banyuwangi, pada Minggu (9/9/2018) malam, menuai kontroversi.

Pasalnya, Artis Dangdut jebolan Academy Asia Indosiar, Danang DA sebagai penyanyi bintang tamu sengaja diundang untuk memeriahkan dengan iringan grup musik One Nada Banyuwangi.

Dalam suasana bahagia itu, group musik One Nada bermain sangat meriah dipandu langsung MC Pilox dan diisi oleh beberapa artis Banyuwangi seperti Yuninda, Novita, Venada Malika, Wandra dan sebagainya.

Tepat dipenampilan Danang, ia sempat bertanya kepada penonton dan tamu undangan atas penampilannya di panggung.

“Bagaimana ibu bapak enak ya suaranya, Ya jelas enak lha wong artis Asia. Jangan samakan dengan artis Banyuwangi yang hanya dibayar Rp.250.000, sudah nyanyi sambil goyang-goyang,” lontarnya.

Ungkapan nada gurauan Danang itu, sontak memancing emosi sejumlah artis dan musisi saat mengisi acara itu. Atas kejadian tersebut gabungan penyanyi, musisi, dan MC Banyuwangi menilai pernyataan Danang telah menyinggung insan seni Banyuwangi.

Puncaknya, pada Senin (17/9/2018) siang, puluhan insan seni dari beberapa komunitas musisi, MC, artis dan seniman Banyuwangi, tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Seni (FMPS) Banyuwangi, mengungkapkan keluh kesah mereka dengan mendatangi Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani Bantuwangi sekaligus mengadukan ke pengurus Dewan Kesenian Blambangan (DKB).

“Pernyataan dia (Danang) yang disaksikan dan didengarkan ratusan penonton sangatlah merendahkan martabat penyanyi Banyuwangi yang hanya dibayar Rp.250.000 Padahal, nominal tersebut bagi kami cukup besar dan bisa menghidupi keluarga,” tegas Ajojink salah satu perwakilan MC MASCEB (Master Of Ceremony Banyuwangi) dihadapan pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan pengurus DKB, di Pendopo kantor Pariwisata.

Gabungan dari artis, Musisi IKSB (Ikatan Kendang Sedulur Banyuwangi), MC (MASCEB Master of Ceremony Banyuwang), dan seniman Banyuwangi berharap dengan persoalan ini tidak terulang kembali.

“Kami sepakat pihak Dispar, Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi memfasilitasi agar Danang meminta maaf secara terbuka, sebab pernyataan Danang telah menyakiti, menghina dan melecehkan profesi kami,” tegas Ajojink.

Mereka juga meminta agar membuat surat pernyataan bermaterai dan ditandatangani agar tidak mengulanginya kembali, “jika tidak dipenuhi, kami akan memboikot kegiatan pertunjukan Danang di Banyuwangi,” tegas MC Ajojink membacakan pernyataan.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M.Yanuar Bramuda menerima dan menampung pernyataan sikap tersebut. “Kami terima, dan kami tampung. Dalam waktu dekat, kami akan panggil yang bersangkutan untuk mediasi,” ungkap Bramuda.

Ketua DKB, Dr. H. Taufik Hidayat menegaskan dirinya akan bersama sama dengan Dispar untuk memediasi persoalan tersebut agar tidak ada persoalan sesama insan seni di Banyuwangi.

Tidak berapa lama, pertemuan itu memanas setelah ada pernyataan dari perwakilan Danang yang melakukan pembelaan dari pengurus DKB yang juga pengacara dan manager Danang Yulis disana terjadi saling adu argumen dengan MC Pilox. Sehingga sejumlah yang hadir berteriak dan protes tidak menerimakan. Sehingga situasi makin memanas, Artis lokal Dewi Vannesa ditarik oleh oknum wartawan dan sempat ada bekas merah dikulit.

Para peserta semakin emosi bahkan aksi tersebut nyaris bentrok. Namun kejadian tersebut berhasil diredam, keduanya dipertemukan diruangan sebelah kanan pendopo.
“Harus jangan sampai terjadi seperti ini apalagi ini forum,” ungkap Ayong laros penggiat seni.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak Danang, karena yang bersangkutan menurut informasi saat ini berada di Jakarta. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.