Ribuan Jemaah Hadiri Haul Kiai Togo Ambar Sari

662

BONDOWOSO, radar-x.net – Lantunan ayat suci Al-Qur’an begitu syahdu terdengar di kawasan pesatren Manbaul Ulum Tangsil Wetan Kabupaten Bondowoso, Sabtu (1/9) pagi.

Ribuan jamaah terlihat tengah berkumpul di disana. Mereka mengikuti Peringatan Haul Ke- 22 Kyai Togo Ambarsari dan Nyai Yahyana yang berlokasi di halaman Pesantren. Mahasiswa dan mahasiswi para jemaah dan undangan berkumpul menjadi satu untuk memanjatkan doa untuk pendiri Pesantren Manbaul Ulum yang pertama.

Acara Haul Ke-22 KH. Togo Ambar Sari, Ayahanda Bupati Terpilih KH. Salwa Arifin dihadiri para siswa alumni pesantren Mambaul Ulum di Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari.

Almarhum KH. Togo adalah pendiri dan pengasuh pertama di pondok pesantren mambaul ulum, sebelum dilanjut oleh KH. Salwa Arifin.

Ketua panitia operasi, Ato’urrahman Zubair mengemukakan, undangan yang disebar oleh panitia sekira 5.000 undangan. Namun, tingkat radiasi mencapai 3 kali lipat. Keadaan itu diluar dugaan panitia.

“Untuk Desa Tangsil sendiri, kami menyebar undangan sekitar 2000 undangan. Sementara sisanya dari luar daerah. Undangan itu dikoordinir oleh para alumni,” kata Ato’ dihalaman Pondok pesantren Mambaul Ulum.

Menurut Ato’, panitia sempat kelabakan dengan jumlah undangan yang melebihi kapasitas. Meskipun haul dilakukan tiap tahun, tingkat kehadiran acara tiap tahun, tidak seperti tahun ini.

“Kita kelabakan mengatur semuanya, baik konsumsi maupun tempat. Sehingga banyak undangan yang duduk di emper-emper sekolah,” terang Ato’.

Selain keluarga alumni dan simpatisan, lanjut ato’, panitia mengundang pejabat daerah. Dari tingkatan Kepala Desa sampai dengan tingkat kepala Dinas dan Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Bondowoso. Selain itu, sejumlah masyayikh dan Wakil Bupati terpilih H. Irwan Bachtiar.

Acara Haul Almarhum KH. Togo bukan hanya dilakukan dipesantren. Namun, para alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni pesantren, sering melakukan dilain tempat, kediaman para alumni. Hal itu diutarakan oleh Putra KH. Salwa Arifin, Holil Abdul Malik.

“Biasanya, para alumni melakukan di masing-masing daerahnya. Ada yang mengadakan secara pribadi, maupun atas nama organisasi alumni pesantren. Mereka, mengudang KH. Salwa dalam acara haul yang mereka lakukan,” terangnya.

Dijelaskan Holil, bahwa haul merupakan acara untuk memperingati orang yang telah wafat. Baik dari kalangan kiai atau masyarakat awam sekalipun. Didalamnya, terdapat kegiatan do’a bersama, ditujukan kepada mereka yang telah meninggal. (Skr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.