Proyek Siluman Pengaman Tebing Sungai Menuai Konflik

Lokasi pengerjaan proyek pengaman tebing sungai tanpa plang.

TARUSAN, radar-x.net – Proyek Pengaman Tebing Sungai di Kenagarian Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan Kab. Pesisir selatan, Provinsi Sumatera Barat yang dikerjakan oleh Kontraktor yang tidak jelas nama Perusahaan/Kontraktor yang mengerjakannya, sebab tidak terlihat terpasang Plank Proyek di sekitar Lokasi.

Pasalnya, beberapa hari ini pengerjaan proyek tersebut sudah terhenti karena sedang bermasalah dengan masyarakat pemilik lahan yang tinggal di sekitar Lokasi Proyek tersebut. Sebab lahan yang dikerjakan oleh Kontraktor tersebut tidak sesuai dengan harapan masyarakat, karena akan berdampak dan beresiko tinggi apabila pengerjaan Proyek tersebut terus dilaksanakan.

Berdasarkan pantauan awak media radar-x.net, hal itu untuk sementara waktu terpaksa dihentikan menjelang ada penyelesaian dengan masyarakat pemilik lahan yang tinggal di sekitar Proyek. Sabtu (08/09) sekitar pukul 10.00 wib, di Kenagarian Duku.

Salah seorang masyarakat saat dikonfirmasi awak media yang rumahnya berada di pinggiran sungai tersebut (lokasi Proyek), yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, bahwa Proyek Pengaman Tebing Sungai yang dikerjakan oleh Kontraktor ini adalah Proyek dari Dinas PSDA Sumbar.

“Tapi Kontraktor yang mengerjakannya kami tidak tahu pasti, namun pekerjaan yang telah dikerjakan oleh Kontraktor tersebut tidak sesuai dengan harapan kami. Pasalnya, penyusunan batu (cable stone) terlalu rendah dan batunya banyak yang berukuran kecil, sehingga kami sangat kuatir dan akan berdampak ambruknya pondasi rumah kami begitu juga pondasi Mesjid yang ada disebelah rumah kami ini,” jelasnya.

Parahnya lagi, lanjutnya, yang sangat kami khawatirkan adalah apabila hujan lebat turun tentunya air sungai ini akan meluap tinggi dan mengalir dengan deras, sudah pasti akan menghantam tebing dan pondasi rumah kami yang berada dipinggir sungai. Sebab posisi rumah kami dan pondasi Mesjid berada pada tumpuan dan belokan air, apalagi pondasi mesjid tersebut sudah meretak,” ungkapnya.

Sedangkan pemasangan pengaman tebing (cable stone), tambah masyarakat, yang dikerjakan oleh Kontraktor tersebut sangat rendah. “Artinya, tidak seberapa tinggi dari permukaan air sekarang. Nah…! kalau semua ini terjadi sudah pasti rumah dan Mesjid akan runtuh dan terseret oleh air. Jadi menurut kami masyarakat disini kalau seperti ini juga pemasangan pengangaman tebing (cable stone) sangat beresiko bagi kami,” tambahnya. (PNK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.