Proyek Normalisasi Batang Siguntur Yang Dikerjakan CV. VIVI, Diduga Gunakan Material Ilegal

0
503

PAINAN, radar-x.net – Proyek Normalisasi dan Perkuatan Tebing Batang Siguntur, di Kenagarian Siguntur Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Milik Dinas PSDA Provinsi Sumatera Barat yang dikerjakan CV. VIVI KONTRAKTOR dengan Nilai Kontrak Rp 1.322.539.000,- tanggal Kontrak 14 Mei 2018, waktu pekerjaan 180 hari Kalender dengan Nomor Kontrak : 20.09/PBPP.WS-APBD/PSDA-V/2018, disinyalir pihak Kontraktor dengan Pengawas Proyek sengaja bermain curang dengan cara tidak meninggalkan/menempatkan Bastex atau Gambar Proyek di Lokasi ataupun di Base Camp Proyek.

Pasalnya, Gambar/Bastex tersebut merupakan pedoman dasar Mutual Check awal dan akhir pada setiap pengerjaan Proyek, yang mana seharusnya gambar Proyek, foto copy Dokumen Kontrak dan buku tamu harus ada, begitu juga tentang schedule pekerjaan harus terpasang/ditempel di dinding Bas Camp, ternyata semua itu tidak ditemukan baik di Lokasi Pengerjaan Proyek maupun di Base Camp. Parahnya lagi Material batu dan pasir diduga kuat berasal dari Material Ilegal.

Hal ini terbukti dari pantauan awak media radar-x.net, Sabtu (08/09) sekitar Pukul 11.00 Wib.

Saat di Konfirmasi Kepala Tukang (IPIR) siapa nama Pelaksana Proyek?, IPIR mengatakan bahwa Pelaksana Lapangan bernama SATRIA, namun tidak berada di tempat dan sekarang berada di Padang, lalu ketika ditanya tentang pedoman kerja (BASTEX) terkait tehnis pemasangan batu serta darimana Material batu dan Pasir didatangkan spontan IPIR menjawab, bahwa pemasangan batu sesuai dengan petunjuk dan arahan yang diberikan oleh Pengawas.

Lalu, lanjutnya, seperti inilah hasilnya sambil menunjuk pasangan yang sedang dikerjakan, sedangkan Gambar Proyek atau Bastek tidak ada di sini (Lokasi Proyek) atau Base Camp, sebab di bawa oleh Pengawas dan Pelaksana Proyek, sedangkan Material Batu dan Pasir di datangkan dari Tarusan, jadi untuk lebih jelasnya langsung saja hubungi Pelaksana Lapangan Bapak SATRIA dengan Nomor HPnya 08526341XXX, terkesan mengelak sambil berlalu.

Seketika itu juga Wartawan Media ini langsung menghubungi Pelaksana Lapangan (Satria) melalui Hand Phonenya, dia (Satria) menjawab sekarang ini sedang berada di Padang dan hanya bisa bertemu hari Senin (10/09) sekitar pukul 14.30 Wib, di Lokasi Proyek,” jawabnya ringkas.

Sesuai dengan janji untuk bertemu (hari, Senin 10/09) sekitar pukul 14.30 Wib tersebut yang langsung di Konfirmasi, lalu Satria mengatakan, bahwa Pelaksana Proyek namanya Pak Agus, “dianya sedang berada di Padang karena ada yang di urusnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Satria menambahkan, terkait dengan Bastex/Gambar Proyek memang tidak ada disini, artinya di lokasi maupun di Base Camp, bahwa gambar Proyek tersebut dibawa oleh Pengawas ke Padang.

” Sedangkan Material Batu dan Pasir di datangkan oleh Bapak Wali Nagari Siguntur sesuai dengan kesepakatan kami, tetapi dari mana di datangkannya kami tidak tahu pasti yang jelas semua Material tersebut sudah ada di Lokasi begitu juga tentang Legal tak Legalnya, untuk lebih jelasnya langsung tanyakan kepada Bapak Wali Nagari tersebut yang pasti bahwa Material tersebut harus berada di Lokasi Proyek ini,” ungkap Satria.

Kemudian untuk menindak lanjuti Dugaan Ketimpangan ini dan saat berita ini diterbitkan, Wali Nagari Siguntur, Pelaksana Proyek serta Pengawas Proyek belum dapat di hubungi. (PNK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.