Nenek Tanisem Tinggal Di Gubug Reot, Butuh Bantuan Dermawan

0
454

INDRAMAYU, radar-x.net – Menempati gubuk reot berukuran kurang lebih dua setengah
Meter yang beratapkan ijuk dan berlantai tanah, nenek Tanisem begitu warga biasa memanggilnya. Nenek tua berusia 60 tahun ini yang tinggal sendirian, diujung kampung tepatnya di Desa Langut blok Brak RT/RW 015/003 Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Saat Jurnalis radar-x.net menyambangi kediamannya pada Rabu(12/09/2018) dan dipersilahkan masuk kedalam gubuk itu maka guratan kepedihan dan keikhlasan hidup tergambar jelas dalam setiap pekakas rumah yang apa adanya. Tempat tidur dan dapur menyatu dengan seluruh isi rumah yang jauh dikatakan layak huni untuk nenek tua renta ini, tapi mungkin inilah harta benda satu satunya peninggalan suami tercinta nenek Tanisem.

Nenek Tanisem bercerita, jika hujan terkadang atap ada yang bocor dan jika panas terik menerpa harus duduk di luar sendirian. Si nenek juga memperlihatkan perlatan dapurnya yang sudah tua dan rusak yang harus tetap dipergunakannya.

Untuk kebutuhan hidupnya, nenek Tanisem biasanya menjual hasil Rongsokannya yang dikumpulkannya berjatuhan di sekitar kebun milik warga, dan dijualnya dengan hasil Rp. 3-5 ribu setiap harinya.

” Kalau untuk makan, nenek akan masak jika masih ada beras dari hasil penjualan barang bekas (Rongsokan) yang dikumpulkannya”, ungkap nenek Tanisem

Nenek Tanisem berharap kepada Pemdes, Pemkab, dan pemerintah pusat agar rumahnya bisa di benahi, karna selama ini baik dari pemdes dan pemkab belum ada satupun yang datang dan melihatnya.

“Pernah juga ada yang foto rumah nya oleh RT setempat namun sampai sekarang belum juga terealisa,” pintanya.

Sementara Joni, tetangga Tanisem membenarkan kondisi nenek usia (60) tahun itu yang tinggal di gubuk reot di desanya.

” Nenek tanisem hidup seorang diri setelah ditinggal suaminya mereka memang dari kalangan kurang mampu yang ada didesa ini bahkan saya sudah coba menyampaikam kepada ketua RT bahwa rumah milik Tanisem tidak layak huni, namun ketua RT hanya menjawab Insya Allah. Dan hingga kini Tanisem tetap belum mendapat bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Hal sama diungkapkan Darmo, tetangga dekat dengan rumah nenek Tanisem mengatakan, kondisi nenek memang cukup memprihatinkan dan sangat butuh bantuan dari dermawan.

” Kami berharap pemerintah daerah juga dapat membantu kondisi nenek tanisem dengan membedah rumah nenek tersebut hingga layak huni,” pungkasnya. (Nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.