Doa Seorang Ibu, Anak Penjual Jagung Lolos Tes Polisi Tanpa Biaya

2
622
Satria (53), ibunda dari Dicky Agus Setiawan yang bekerja sebagai penjual jagung.

BONDOWOSO, radar-x.net – Dibesarkan dari keluarga yang hidup pas-pasan membuat Dicky Agus Setiawan warga desa Wonosari, RT28/RW9 dan Dwi Sobah Bahriansah, yang sama-sama kecamatan Wonosari diterima masuk sebagai salah satu siswa Bintara Khusus TI angkatan tahun 2018.

Pasalnya, Kedua anak tersebut semenjak kecil, hingga dewasa bertekad untuk membahagiakan orang tuanya dan Doa itu akhirnya terhijabah.

Sementara dia dinyatakan lulus tes masuk jadi anggota Bintara Khusus TI di Polda Surabaya. Akhirnya, kebahagiaan tersebut dia rengkuh ketika mengikuti perekrutan anggota Polri.

Tampaknya stigma dan mindset masuk menjadi anggota kepolisian harus membayar mahal kita pupus. Buktinya, kedua anak yatim yang selama ini hidup bersama ibunya, serta bibinya yang pas-pasan mampu menggapai cita-citanya.

Satria (53), ibunda dari Dicky Agus Setiawan lulusan SMK Negeri 1 Tapen yang bekerja sebagai penjual jagung di Pasar Wonosari untuk menghidupi keluarganya. Ia terus berdoa agar anaknya bisa diterima di kepolisian.

“ Persiapan anak saya menjadi anggota polisi dilakukan sejak SMA. Ya fisik, juga persiapan tes akademik,” kata Satria, yang sudah parubaya itu kepada awak media.

Satria menjelaskan, bahwa dengan berpenghasilan yang serba pas pasan, dan juga telah menjanda sejak 2012 lalu. Sehingga kesehariannya hanya mampu mencukupi biaya hidup kesehari-harian keluarganya saja.

Menurutnya, sampai saat ini ia mengaku masih seperti mimpi. Jika anaknya mampu lulus seleksi menjadi anggota Kepolisian tanpa membayar. “ Saya tidak bayar sama sekali dan memang tidak ada uang. Pas waktu anak saya bilang mau daftar polisi, saya bilang mau dapat dari mana uang. Tapi anak saya bilang yang penting doanya,” ujar Satria saat mempersiapkan jualan jagungnya.

Satria juga bercerita, bahwa putra ke empatnya dari lima bersaudara itu, memang sering mengutarakan bahwa sangat ingin menjadi Polisi. Bahkan, sejak duduk di bangku SMP, putranya itu sering meminta didoakan agar bisa menjadi Polisi.

Menurut dia, apa yang diraih anak keempatnya itu kehendak dari Allah SWT. Ia pun berpesan agar putranya saat mengikuti pendidikan agar tekun, dan tetap tidak meninggalkan ibadah sholat lima waktu.

“Saya orang dak mampu. Tapi, ketika Allah berkendak dengan jalan yang baik ya, Dicky mencapai cita-citanya. Saya selalu berdoa meminta kepada Allah SWT yang terbaik buat putra saya dalam mengikuti seleksi polisi tahun 2018 ini,” ungkapnya.

Selain itu, pesan yang disampaikan kepada anaknya. Kalau mengikuti pendidikan dan telah berhasil menjadi polisi agar tidak terjerumus ke dalam narkoba.
“ Alhamdulillah, akhirnya anak saya mampu lulus seleksi. Tidak bayar lagi,” pungkasnya. (Zul)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.