Kejari Siapkan Proses Penetapan Calon Tersangka Dugaan Mark Up Harga Tanah

0
420
Kepala Kejari Langsa R.Ika Haikal, SH., MH.

LANGSA, radar-x.net – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) sedang persiapkan berkas penetapan calon tersangka Dugaan mark up harga tanah mengarah ke Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kasus pembebasan tanah untuk Kampung Nelayan Kota Langsa. Rabu (29/08/2018).

Pasalnya, Tanah Kampung Nelayan tersebut seluas 14 hektar sumber dana APBA dan Otsus tahun 2013 Rp. 7 miliar lebih yang sedang diproses di Kejaksaan Negeri Langsa, akan di ekpos di Kejati Aceh pada september 2018, untuk penetapan tersangka.

“Sekarang ini sedang menunggu hasil keterangan dari MAPPI, dalam september 2018 ini akan di ekpos di Kejati Aceh, semua kelengkapan berkas sedang disiapkan Kasi Pidsus,” kata Kepala Kejari Langsa R.Ika Haikal, SH., MH., didampingi Kasi Intel Mariono diruang kerjanya kepada awak media Selasa (28/8/2018).

Ditempat terpisah pada hari yang sama, awak media melakukan wawancara dengan Kasi Pidsus Kejari Langsa M. Fahmi, SH. Ia membenarkan bahwa, pihaknya sedang merampungkan berkas dugaan Tipikor harga Tanah Kampung Nelayan Langsa.

” Perkara ini akan di ekpos ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, terkait hasil kaji ulang MAPPI, terhadap hitungan kewajaran harga tanah yang telah dibuat KJPP, dalam hal ini pihak KPK yang ikut mengawasi perkara, kita belum tau ikut hadir atau tidak pada saat digelar ekpos, karena tugas kita adalah melaporkan kepada Kejati,” papar M. Fahmi diruang kerjanya.

Beberapa waktu lalu, Kasi Pidsus Kejaksaan Aceh Teuku Rahmatsyah menyampaikan kepada awak media, bahwa terhadap tahapan penegakan hukum tindak pidana dugaan korupsi pengadaan tanah yang melibatkan banyak pihak selaku penjual tanah adalah inisial SY dan Yul, dengan estimasi mark up mencapai 950 persen, taksiran kewajaran harga tanah untuk 14 hektar tersebut Rp. 700.000.000,- dijual kepada Pemerintah Rp. 7.122.917.300,- estimasi keuntungan sebelum pajak yang diperoleh SY dan Yul Rp. 6.422.917.300,-.

“Perkara ini sudah ada perkembangan yang lebih baik, untuk kelengkapan pemberkasan perkara, tim Penyidik Kejari Langsa sedang bekerja,” ungkapnya.

” Dugaan Kasus ini sudah sangat eksis di publik, korupsi adalah kejahatan luar biasa, maka harus ditindak secara tegas sesuai amanat Regulasi. Agar menjadi sample bagi semua pihak, masih banyak lagi dugaan kasus lainnya marak terjadi di Kota Langsa,” pungkasnya. (SAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.