Sebanyak 144 Ekor Sapi Ikuti Adu Bobot di Festival Ternak 2018

0
801

BONDOWOSO, radar-x.net – Kontes ajang Ternak Sapi yang merupakan Festival Ternak Desa Poncogati yang bekerja sama dengan Universitas Jember (UNEJ), di ikuti oleh berbagai penjuru Desa yang berada di Kabupaten Bondowoso, dihadiri oleh Sekda Kabupaten Bondowoso, peserta kontes sapi tentunya serta masyarakat yang ikut serta meramaikan kontes tersebut. Minggu (29/07/2018).

Ajang kontes sapi festival Desa Poncogati Kabupaten Bondowoso, masyarakat serta para peserta sangat bersemangat dan bersyukur dengan adanya festival kontes sapi ini. Para peserta kontes sapi cukup sabar menunggu hasil dari ajang festival tersebut, karena di hari libur ini juga merupakan hiburan bagi masyarakat Bondowoso, tak lain sebagai refresing. Disamping itu juga mendapatkan ilmu tentang bermacam-macam jenis sapi (IB).

Sebanyak 144 ekor sapi dari 22 kecamatan di Bondowoso, saling beradu bobot di Festival Ternak Poncogati (FTP) 2018. Sapi-sapi ini mengikuti FTP di Halaman Unej Kampus Bondowoso, setiap kecamatan membawa sapi dengan jumlah berbeda, sesuai dengan kategori yang diikuti.

Kategori lomba yang diselenggarakan di antaranya, kategori pedet jantan, pedet betina, calon kareman, kareman, calon indukan, dan induk. Di samping itu, juga hadir sapi dari kabupaten tetangga khusus hanya mengikuti kelas ekstrem.

Dua ahli nutrisi ternak dari Universitas Queensland Gatton, Australia Prof. Danis Poppi dan Doktor Caren Harlter bekerjasama dengan Unej Kampus Bondowoso akan melakukan observasi pakan ternak alternatif di kabupaten yang dikenal sebagai Bondowoso Republik Kopi ini.

Profesor Ahmad Subagio dari Unej, mengatakan, kedatangan dua ahli nutrisi ini bersama Unej ke Bondowoso untuk mengembangkan kemampuan petani dalam hal memproduksi pakan ternak sendiri berbasis apa yang ada di sekitarnya. Sehingga, nanti para petani pun bisa mengetahui komposisi apa saja yang diperlukan dalam mengembangkan pakan ternak alternatif yang tetap membuat ternaknya sehat dan efisien. Selanjutnya bentuk tranfers teknologi ini akan disampaikan dengan bentuk training dan pengembangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Munandar melalui Cendy Herdiawan, Kabid Kesehatan Hewan, Kesmavet, dan P2HP (Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan), mengatakan, bahwa tujuan FTP ini diselenggaran untuk mengekspose hasil pengembangan ternak Inseminasi Buatan (IB). Sekaligus menumbuhkan kesadaran dan rangsangan akan pentingnya teknis IB dalam rangka meningkatkan potensi genetik, kualitas dan kuantitas sapi potong.

Menurut Plt. Sekda Karna Suswandi mengatakan, hal tersebut bisa diterapkan di Bondowoso. Sehingga, mampu menekan pengeluaran pakan ternak yang mencapai sekitar 70 persen pengeluaran para peternak.

“Saya berharap kedepan hasil penelitian ini terus kita kembangkan sehingga para peternak di Bondowoso bisa meningkatkan penghasilannya, sehingga taraf kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” harapnya. (Guz/Zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.