LSM KPK Nusantara Segera Laporkan Dugaan Tindakan Kangkangi Hukum PT MSJ

0
712
Loaksi galian C yang dikerjakan oleh PT MSJ Asal Medan.

ACEH TIMUR, radar-x.net – LSM KPK Nusantara segera laporkan Aktivitas Galian C yang dikelola PT Medan Smart Jaya (MSJ) di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Gampong/Desa Jering Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur tanpa miliki izin sesuai aturan Undang-undang ke pihak hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan Kabid Investigasi LSM KPK Nusantara DPD Provinsi Aceh Syahrudin Adi Putra, HAM kepada jurnalis radar-x.net, Kamis (12/07/2018) di Idi.

“Saya akan layangkan surat resmi kepada pihak hukum di wilayah Aceh Timur, agar dilakukannya proses hukum terhadap PT MSJ terkait dugaan pelanggaran Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) Nomor 32 Tahun 2009 Tentang PPLH berkaitan dengan kegiatan/dan atau usaha berkaitan dengan Lingkungan hidup dan termasuk kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS)”, kata Syahrudin Adi Putra, HAM.

Syahrudin Adi Putra, Kabid Investigasi LSM KPK Nusantara DPD Aceh Timur.

” Surat permohonan tersebut akan saya tembuskan ke pihak hukum tingkat provinsi hingga ke tingkat Pusat melalui Kantor Pusat LSM KPK Nusantara. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, saya bersama Tim media, bahwa kegiatan Galian C dikelola PT MSJ ternyata sangat berdampak resiko bencana bagi situasi dan kondisi bagi kenyamanan masyarakat banyak akan bahaya bencana terutama banjir dan abrasi. Oleh karena itu perlunya tindakan analisa terhadap lokasi Galian C yang dikelola oleh PT MSJ tersebut”, papar Syahrudin AP.

Selanjutnya, Syahrudin Adi Putra menjelaskan, berdasarkan ilmu Disaster Risk Reduction (DRR) atau Pengurabgan Resiko Bencana yang diketahui, kegiatan dan aktivitas pengelolaan Galian C oleh PT MSJ asal Medan Sumatera Utara tersebut sangat rentan terhadap ancaman bencana bagi masyarakat Desa Jering dan sekitarnya, serta mengakibatkan rusaknya jalan Negara lintas Lokop sampai Gampong Beusa Peureulak.

” Apalagi PT MSJ tersebut sangat berani melakukan kegiatan diduga melanggar aturan hukum yang berlaku, yakni melakukan kegiatan/ usaha tanpa izin Lingkungan dan sejenisnya”, ungkap Syahrudin AP.

Bahkan beberapa sumber terpercaya di kawasan seputaran DAS lokasi Galian C dikelola PT MSJ merasa resah akibat aktivitas pengambilan batu oleh PT MSJ di wilayah pemukiman mereka berdomisili.

” Mulai dari DAS hingga jalan hancur oleh ulah kepentingan dagang perusahaan luar Aceh itu”, terang salah seorang Sumber terpercaya di Desa tersebut, dampaknya bagi kami warga kecil ibarat merasa hidup dan belum merakan kemerdekaan di Zaman Merdeka ini.

Sementara pihak PT MSJ saat dihubungi awak media via telephone seluler melalui chat WhatsAppnya belum ada tanggapan hingga saat ini Kamis 12/07/2018 pukul.10.10 Wib.(Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.