Bupati Amin Bersama IKAL Petik Kopi Bersama Petani Rakyat

0
821
Bupati Amin Bersama IKAL saat Petik Kopi Bersama Petani Rakyat Di Petak 16.

BONDOWOSO, radar-x.net – Panen kopi yang dimaksud merupakan kopi yang dihasilkan dari areal kopi rakyat yang masuk dalam kluster kopi Arabika Java Ijen Raung yang merupakan pembinaan Pemkab Bondowoso. Bupati Amin Said Husni bersama IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas) Komisariat Provinsi Jatim, dan Kepala Bakorwil 5 Jember mengikuti petik kopi bersama petani rakyat di Petak 16, desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Sabtu (28/07/2018).

Usai itu, Bupati Amin bersama rombongan diajak menyanyikan lagu Republik Kopi yang dibawakan oleh sejumlah mahasiswa KKN dari Unej dan STAI At Taqwa Bondowoso. Tampak, Ketua Ikal dan Kepala Bakorwil 5 bergabung bernyanyi, sambil bertepuk tangan. Selanjutnya, Bupati Amin lengkan bersama seluruh Forpimda, dan rombongan Ikal langsung melakukan petik kopi.

Bupati Amin menjelaskan bahwa kopi yang bisa dipetik haruslah berwarna merah, maupun tentang sejarah kopi di Bondowoso. Kondisi bagusnya hasil panen ini juga semakin menguntungkan para petani, karena diimbangi dengan harga kopi yang meningkat.

” Harga kopi arabika CR dihargai Rp 10ribu hingga Rp 12ribu per kilogram meningkat daripada sebelumnya yang hanya Rp 8.500 per kilogram. Kemudian, kopi HS basah mencapai Rp 28ribu per kilogram, kopi green been yakni Rp 85ribu hingga Rp 100ribu per kilogram. Itu harga yang sangat bagus dan memberikan keuntungan yang sangat baik bagi petani kita,” jelas Bupati Dua periode ini.

Baca Juga:  Babinsa Leprak Dan Regu Pembasmi Covid-19 Perketat Jalan Masuk

Sementara itu, Munandar, Kepala Dinas Pertanian, menerangkan, bahwa tujuan dari petik kopi ini untuk memfasilitasi pembelajaran teknklogi budidaya kopi bagi petani, anak remaja, wanita tani dan siswa pendidikan pertanian serta Mahasiswa. Arena alternatif di bidang wisata edukasi pertanian.

Sumarhum, Ketua Umum Apeki, juga mengatakan, bahwa pasar kopi Bondowoso saat ini semakin luas. Bahkan pasar domestiknya pun semakin besar. Penyebabnya, masyarakat lokal sudah mau mengkonsumsi kopi arabika.

” Terbukti, di OPH milik petani kopi yang memproduksi hilir juga, justru mampu menjual hingga 500-1000 pack per bulan. Kondisi ini meningkat, dari sebelumnya yang hanya mampu menjual paling banyak 50 pack per bulan,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, tiba di lokasi petik, Bupati dua periode itu disambut dengan arak-arakan sesaji nasi tumpeng yang diangkut oleh belasan warga sekitar menuju areal perkebunan kopi. Di samping itu, iringan musik daerah pun memeriahkan jalannya prosesi selametan panen kopi 2018.

Tampak hadir, Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas) Komisariat Provinsi Jatim Rahmat Harsono, Kepala Bank Jatim Endang Saraswulan, serta Plt. Sekda Karna Suswandi Ketua DPRD Tohari, Kepala Puslitkoka Jember, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso H.Taufik, Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf. Tarmuji. (Guz/Zul)

Baca Juga:  Warga Tanam Pohon Pisang Ditengah Jalan, LSM KPK Kecam Pemerintah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.