Pecel Pencuk Jenggawah Salah Satu Kuliner Khas Jember

Pecel Pencuk Jenggawah Salah Satu Kuliner Khas Jember
Situasi di warung nasi pecel pincuk Jenggawah Milik Sukarso. (Foto:Rullah). 



JEMBER, Radar-X.Net – Nasi pecel pencuk Jenggawah yang berjualan telah dua generasi ini akan menjadi salah satu kuliner khas kota Pendhalungan.

Pasalnya, nasi pecel pencuk tersebut ada rasa khas yang tak dipunyai warung nasi pecel yang lain, padahal di Jember banyak warung pecel termasuk dari Madiun, bahkan warung pecel ini sudah berjualan dua generasi.

Hal tersebut disampaikan camat Jenggawah, Iik Rahman, pada Jum’at (21/7/17) diwarung pecel milik Sukarso.

Lik. Rahman Camat Jenggawah saat di warung nasi pecel pincuk.

“Nasi pecel pencuk ini bisa dijadikan salah satu kuliner khas Jember,  dengan rasa yang memiliki ciri khas tersendiri asli pendhalungan, meskipun banyak pecel dari luar seperti Madiun namun pecel pincuk ini tetap berbeda dengan yang lain, ada lodeh, tempeh,  peyek dan krupuk. Dan yang sepecialis lagi tetap memakai pencuk daun pisang tak pakai piring,” ujar mantan kepala bagian organisasi ini.

Rahman menjelaskan, pecel Mbak Seha ini, tempatnya tepat ditengah kota Jenggawah bahkan jalur menuju tempat wisata dan jujugan bagi wisatawan dalam dan luar Negeri. Bahkan setiap hari sangat ramai sekali pengunjung yang makan diwarung pecel pincuk tersebut, yang dipatok dengan harga terjangkau dan murah hanya 6000 rupiah, kalau tambah telor cukup 8000 rupiah.

“Cuma bedanya, kalau masih orang tuanya jualan hanya sampai jam 7 saja,  sekarang setelah berganti generasi buka setelah sholat subuh jam 5.00 hingga jam 17.00 sore, bahkan nasinya mencapai 50 Kg setiap harinya.” Jelas Camat Jenggawah.

Sementara, Penjual nasi pecel pincuk yang telah dua generasi ini, Seha mengatakan, “alhamdullillah mas, mungkin ini memang jalan rejeki saya sekeluarga, meneruskan usaha orang tua yang sudah puluhan tahun ini, bahkan sejak kami yang meneruskan usaha ini jam tayang jualnya ditambah hingga sore menjelang Mahrib,” ungkapnya.

Seha menambahkan, “kami sudah memberdayakan 7 orang untuk membantu diwarung yang sudah memiliki ciri khas rasa sendiri dibanding nasi pecel yang lain seperti Madiun, karena pecel pincuk ini sesuai nama kota Jember yaitu pendhalungan,  dengan berbagai macam rasa yang alami ini.” Jelasnya. (Rul/Bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.