Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhofir Hadiri Acara Buka Bersama

0
784
Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhofir Hadiri Acara Buka Bersama

BONDOWOSO,Radar-X.Net – Kepala Desa Wonosari Saenol Abidin Adakan Kegiatan Buka Bersama sekaligus memeberikan santunan pada anak yatim dan Janda,

Kegiatan teesebut di hadiri ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir , Jumat (9/6/2017) kemarin yang berlangsung di Kediaman Kepala Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Bondowoso Jawa Timur.

Acara buka bersama tersebut, sekaligus pemberian santunan untuk 292 Janda dan 55 anak yatim di desa tersebut. ditotal, ada sekitar 630 orang yang mendapat santunan 

Dhafir mengumpamakan dengan adanya beras untuk keluarga sejahtera (rastra) yang kualitasnya dibawah medium dan tidak layak konsumsi. Memang, harga yang dibayarkan masyarakat hanya 1600 rupiah saja. Tetapi aturannya, kualitas beras yang diterima itu harus beras medium seperti di pasaran sebab pemerintah telah mensubdisi sisa pembayaran itu.

“Jadi harusnya masyarakat itu harus mendapat beras sesuai standar. Jika tidak maka harus harus ditolak. Jangan sampai masyarakat berfikir karena harga beras murah lalu dapat yang kualitasnya tidak layak konsumsi,” terangnya.

H Ahmad Dhafir mengapresiasi santunan yang dilakukan Kades Wonosari ini. Kata pria yang biasa dipangggil Pak Ketua ini, kepedulian kepada orang miskin dan anak yatim merupakan perintah agama yang wajib dijalankan oleh penganutnya.

“Allah menakdirkan orang miskin hanya nasibnya yang miskin. Tapi soal eber (rasa, bahasa madura,red), sama. Mereka juga ingin merasakan apa yang orang kaya rasakan. Makan enak dan lain-lain,” ujar Dhafir.

Sementara itu Kepala Desa Wonosari Saenol Abidin mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program-program yang ada di desanya itu. Ia juga meminta maaf karena bantuan yang diberikan terbatas.

Namun, itu semua tidak  menjadi penghalang bagi Saenol untuk berbagi dengan sesama, terutama warga miskin dan janda serta anak yatim yang ada di desanya itu.

“Tolong diterima dengan ikhlas. Karena hanya ini kemampuan kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Wonosari Tjagar Alam mengapresiasi apa yang dilakukan kades Wonosari itu. Menurutnya, kegiatan ini harus dipertahankan karena ada perpaduan Kegiatan keagamaan yang disanding dengan kegiatan sosial.

“Ada kesimbangan antara kegiatan sosial- keagamaan dengan pembangunan fisik di desa Wonosari. Mohon tetap dipertahankan,” tuturnya.

Kegiatan semacam ini, kata mantan Camat Sempol ini, tidak bisa lepas dengan desain pembangunan yang ada di kabupaten yang kesemua perencanaannya menggunakan pendekatan kebutuhan masyarakat. “Di desa ini implementasinya saja dari konsep pembangunan daerah,” ujarnya. (Skr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.