SMKN I Wringin Gandeng Koramil Dan Polsek, Sidak Terkait Bahaya Narkoba Dan Pornografi

0
674
SMKN I Wringin Gandeng Koramil Dan Polsek, Sidak Terkait Bahaya Narkoba Dan Pornografi
Petugas Saat sidak siswa/siswi SMKN I Wringin (Foto:Sukri) 

BONDOWOSO, Radar-X.Net – Di era serba digital, bahaya pornografi mengancam generasi muda kita, hal ini akan terjadi malalui Gambar, video dan bacaan porno di televisi, video, internet dan peralatan digital yang dilihat anak-anak. 
Pasalnya, Era digital tersebut akan merusak otak mereka dengan semakin maraknya generasi muda yang harus berurusan dengan hukum dikarenakan dari mereka banyak yang terlibat Narkoba baik sebagai pengedar maupun pemakai.
Kepala Sekolah SMKN I wringin Kecamatan Wringin menggandeng Koramil 0822/05/Wringin dan Polsek Wringin untuk melakukan sidak kepada seluruh siswa dan siswi terkait bahaya narkoba dan Pornografi yang disinyalir banyak dikonsumsi oleh sisiwa dan siswi Strata SMA sederajat. 
“Sidak ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah dan memberikan efek kepada para siswa dan siswi agar tidak melakukan hal-hal yang bertentangan denga hukum serta Norma yang berlaku,” kata Danramil.
Dalam kesempatan tersebut Danramil, Kapolsek, Babinsa, Babinmaspol dan Kepala sekolah, bersama-sama memeriksa satu persatu siswa dan siswi SMKN I Wringin untuk menemukan hal-hal yang tidak layak di bawa oleh siswa dan siswi. Dalam hal ini, yang menjadi sasaran adalah Narkoba dan Pornografi. 
Dari hasil penyisiran terhadap semua siswa
dan siswi tidak ditemukan Narkoba maupun gambar Pornografi.
“Kerusakan otak akibat pornografi seperti kerusakan pada mobil saat tabrakan keras,” ungkap Danramil 0822/05 Wringin Kapten Sangkrah D.M.A didepan para guru SMKN I Wringin.
Menurutnya, pusat otak yang merupakan tempat merencanakan masa depan akan rusak ketika anak melihat pornografi. Ketika masih anak-anak melihat pornografi si direkturnya belum bisa melarangnya karena belum matang. 
Oleh karna itu Peran orang tua begitu penting yang harus menjadi direktur bagi si anak. Sayangnya, sekarang ini justru orang tua memberikan anak gadget, HP, dan akses internet secara bebas.
“Setelah melihat pornografi, maka gambar visual pornografi itu akan dikirim ke otak bagian belakang, disebut juga respondent. Karena respondent ini belum berfungsi maka anak akan kaget,” jelas Danramil.
Ditambahkannya, jika respondent tersenggol maka dia akan mengeluarkan hormon yang namanya dopamin. Dopamin itu akan mengeluarkan zat yang akan membuat anak merasa senang, nikmat, bahagia, dan membuat anak kecanduan. Sebab, candu pornografi itu membuat orang menjadi dissensitifisasi. Gambar porno yang sudah dilihat tidak akan dilihat ulang karena sudah tidak berpengaruh lagi, yang ingin dilihat lagi adalah gambar porno yang lebih dari gambar sebelumnya, karena rasa senstifnya hilang. 
“Ketika anak melihat satu kali pornografi
maka dia ingin dua, tiga, empat kali lagi,” tandasnya. 
Dalam pelaksanaan tersebut berjalan dengan aman dan terkendali. (Sukri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.