Rusaknya Situs “Candi Siva Gumuk Payung”, Diduga Pemerintah Lamban Dalam Bertindak

0
881
Rusaknya Situs "Candi Siva Gumuk Payung",  Diduga Pemerintah Lamban Dalam Bertindak
Candi Siva Gumuk Payung sebelum pemugaran (Foto:Dafid) 

BANYUWANGI, Radar-X.Net – Cagar budaya adalah daerah yang kelestarian hidup masyarakat dan peri kehidupannya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya kepunahan. Menurut UU no. 11 tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan melalui proses penetapan. 
Dalam hal ini, Aliansi LSM di Banyuwangi menanti surat jawaban dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, untuk menjaga kelestarian situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Banyuwangi, diduga ada segelintir oknum yang tak bertanggung jawab melakukan pemugaran “Candi Siva Gumuk Payung” yang ada di desa Jambewangi Kecamatan Sempu, dan diduga kuat tidak mengantongi izin dari dinas cagar budaya dan Purbakala.
Menurut aliansi LSM yang ada di Banyuwangi yang di koordinasi Yazra Siar Dinamika mengatakan, “sesuai undang-undang NO 11 tahun 2010 maka ini bisa dipidanakan karena ancamannya lebih dari 5 tahun, denda minimal 100 juta – 1 milyar (perda No 61 tahun 2012 Tentang Pedestrian Cagar Budaya) kalau pemugaran itu tanpa izin,” katanya, Minggu (12/03/2017) 
Candi Siva Gumuk Payung setelah pemugaran oleh oknum tak bertanggung jawab 
Ia menjelaskan, kami sudah mengambil langkah terkait masalah ini, dalam ini kami yang pertama menyurati dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, sebagai dinas yang berwenang menangani peninggalan pra sejarah atau situs purbakala. Kedua, kami juga sudah menulis surat di tujukan kepada Bupati Banyuwangi, kapolres dan kejaksaan. 
“Setidaknya mereka harus tau, bahwa di wilayahnya terjadi pelanggaran hukum atau pemugaran situs purbakala candi payung, tepatnya di desa Jambewangi yang mana tidak di lengkapi izin dan dokumen yang sah, termasuk pemangku wilayah Kecamatan Sempu, kepala desa Jambewangi, semuanya sudah saya surati,” jelasnya. 
Saat di singgung terkait tanggapan Dinas terkait, Ahmad Nehro Jaeni selaku koordinator aliansi LSM mengatakan, “sementara surat Kami saat ini belum direspon, dan kami belum menerima surat dari Dinas pariwisata dan kebudayaan Banyuwangi, maksudnya respon nya belum turun kelapangan mas, cuma kalau melihat surat dari dinas pada tanggal (26/09/2016) lalu, tentunya dinas sudah melakukan tindakan sesuai kewenangannya, cuma untuk surat kita yang masuk, kita masih menunggu, karena masuknya baru beberapa hari ini, dan apabila masih belum ada tindakan secepatnya maka kami akan menulis surat ke Pemprov Jatim Gubernur, ataupun kekmenterian Budaya dan Pariwisata,” jelasnya. 
Ia menambahkan, Harapan kami aliansi LSM YASRA di dukung oleh LSM Ampuh, LSM Lbp2TKRI, yang mana kami cinta terhadap situs-situs pra sejarah yang ada di Banyuwangi. 
“Pemerintah Daerah(Bupati) dan team nya (Dinas Kebudayaan Pariwisata) harus tanggap terhadap kejadian ini, dan harus mengambil langkah-langkah hukum, langkah-langkah administrasi, supaya hal ini tidak terjadi lagi, sebab dalam undang-undang no 11 tahun 2010 dan perda kabupaten Banyuwangi No 61 Tahun 2012 sudah dijelaskan dengan gamblang, dan berharap juga oknum yang melakukan pemugaran tanpa izin ini di tindak pidana secara hukum yang berlaku di Negara ini.” Tutupnya.
Saat media RADAR-X mengkonfirmasi kepala Desa Jambewangi melalui telepon selulernya menjelaskan, “dulu sempat mediasi dan kemarin muncul lagi, dan soal izinnya itu mungkin ke Perhutani karena lokasinya ada di hutan kalau tidak salah dulu pernah mediasi dengan dinas pariwisata, ahir-ahir ini di munculkan lagi dan kami cuma dapat tembusan, dan sebelumnya kita sudah di mediasi awal-awal itu, tapi saat di bangunnya lagi tidak tahu, kalau persoalan dulu pernah di mediasi dan kami tidak tau kalau ada pembangunan lagi.” ungkapnya.(*) 
*Bersambung… (Dafid Firmansyah/team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.