Menuju Ekonomi Kreatif Desa Sumberjeruk Oleh Mahasiswa KKN UNMUH Jember

0
680
Mahasiswa KKN saat menggelar pelatihan kewirausahaan kepada warga (Foto:Abror) 

BONDOWOSO, Radar-X.Net – Masa penerjunan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Muhammadiyah Jember Tahun Akademik 2017 berlangsung selama 30 hari sejak tanggal 31 Januari 2017 sampai dengan tanggal 1 Pebruari 2017, diikuti oleh 18 orang mahasiswa dan mahasiswi yang terdiri dari 6(enam) jurusan diantaranya Hukum, Ekonomi, FKIP, Bahasa dan Sastra, Fikes, serta Psikologi.
Penerjunan mahasiswa yang bertempat di desa Sumberjeruk ini, banyak hal yang telah dilaksanakan selama di desa khususnya bidang sosial kemasyarakatan, dengan menggandeng perangkat desa, bidan dan perawat yang bertugas di desa. 
Dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa dan Mahasiswi yang dilaksanakan, mereka saling memberikan masukan dan peningkatan ilmu dan wawasan baik dari Mahasiswa kepada warga masyarakat muapun sebaliknya pengalaman yang didapatkan oleh para Mahasiswa dan Mahasiswi dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. 
Menurut Moh. Faris, selaku Kordinator desa menjelaskan, terdapat beberapa program yang direncanakan oleh mahasiswa KKN diantaranya, rehabilitasi sarana MCK, penyukuhan PHBS, Pendidikan belajar mengajar di Tingkat PAUD dan Sekolah Dasar(SD), Unit Kegiatan Kerja, dan Bimbingan belajar sore kepada siswa setingkat SD atau MI, penanaman bibit cabe. 
Mahasiswa saat rehabilitasi MCK. 
Mahasiswi saat kegiatan belajar mengajar siswa SD
Selain itu, terdapat hal yang lebih menarik dan bisa dijadikan motivasi, para Mahasiswa dan Mahasiswi mengadakan kegiatan pelatihan kewirausahaan, penyuluhan mengenai mengatur keuangan keluarga, dan kesehatan ibu dan anak. 
Bimbingan belajar sore anak-anak tingkat SD dan MI. 

Pasalnya, pertama pelatihan kewirausahaan disini diadakan, mahasiswa KKN melihat di desa Sumberjeruk itu banyak singkong, dan menanyakan pada warga sekitar,  bahwa singkong tersebut hanya digunakan membuat tape dan kripik. Sedangkan untuk kripik masih bertahan lama, tapi kalau tape tidak bisa bertahan lama, bahkan smpai terbuang-buang karna tidak laku, maka dari itu mahasiswa KKN yang terdiri dari beberapa jurusan ini berinisiatif untuk mengubah tape tersebut menjadi produk yang bisa lebih meningkatkan harga jual dari tape biasanya, tetapi dengan pengolahan yang lebih simple dan ekonomis. 
Saat pelatihan membuat “Prol Tape” 
Ayu Desitasari, Selaku Sekertaris koordinator desa mengungkapkan, bahwa kami berinisiatif untuk membuat prol tape, yang mana pembuatan prol tape tidak membutuhkan banyak bahan, dan peralatan yang rumit, dan pembuatannya juga simple. 
Ia menjelaskan, untuk pemasarannya bisa dititipkan di pusat oleh-oleh ataupun di toko-toko yang tempatnya strategis, dengan cara pengemasan yang baik dan rapi, sehingga lebih menarik daya beli dari konsumen. 
“Pembuatannya juga langsung diberikan pelatihan dari pengusaha muda pembuat prol tape di Jember, yang juga kebetulan dosen dari unmuh Jember, Ibu Dewi Denianty,” kata Ayu salah satu mahasiswi. 
Ditambahkannya, ini contoh pengemasan agar menarik daya beli konsumen, di kemas rapi, diberi label pembuatan. Itu contoh produk prol tape yang dibuat langsung oleh ibu Dewi denianty dan cara pengemasan yang diajarkan pada masyarakat Sumber jeruk. 
Contoh Prol Tape produksi Ibu Dewi Denianty yang juga dosen Unmuh Jember. 
“Dengan pelatihan yang diselengarakan oleh mahasiswa KKN Unmuh Jember dan yang bekerja sama dengan ibu Dewi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha dan kreatifitas masyarakat Sumberjeruk untuk meningkatkan perekonomian di desa Sumberjeruk lebih mandiri.” Tambah Ayu. 
Peserta pelatihan dan penyuluhan adalah kader-kader posyandu dan warga sekitar yang mencakup dan mewakili dari ke 4 (empat) dusun yang ada di desa Sumberjeruk. 
Menurut Mila(27), salah satu kader mengatakan, dengan adanya kegiatan ini dapat memberi motivasi terhadap para peserta pelatihan dan penyuluhan untuk lebih meningkatkan kreativitas dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada disini. 
“Semoga kedepannya kami bisa mengembangkan ilmu yang sudah diberikan oleh adik-adik KKN.” ungkapnya. 
Sementara, Waid Kades Sumberjeruk mengucapkan, terimakasih atas ilmu yang sudah diberikan oleh adik-adik KKN, semoga bisa bermanfaat bagi warga Sumberjeruk, dan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk meningkatkan kreatifitasnya secara mandiri.
Pada kesempatan yang sama, Mawardi, SH., Sekdes Sumberjeruk mengatakan, saya berharap kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dapat berkelanjutan, tidak hanya berhenti saat berakhirnya masa KKN mahasiswa. 
“Mahasiswa juga dapat menjadi jembatan bagi warga desa Sumberjeruk yang sudah mendapatkan pelatihan untuk lebih meningkatkan perekonomian yang lebih baik.” Tandasnya penuh harap.  (Abas/Ab) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.