Kejati Riau Akan Gelar Dialog Wawasan Kebangsaan Bersama LSM/Ormas Jilid II

0
445
Kejati Riau Akan Gelar Dialog Wawasan Kebangsaan Bersama LSM/Ormas Jilid II
Suasana saat Dialog Wawasan Kebangsaan Bersama LSM/Ormas Berbadan Hukum (Foto:MK) 


RIAU, Radar-X.Net – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau gelar dialog wawasan kebangsaan bersama LSM/Ormas) yang berbadan hukum di Riau, di Jl. Sudirman No 233. Pekanbaru, Selasa (28/2/2017) pukul 09.00 WIB. 
Kegiatan temu sadar hukum ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu Dr. Ferdinand Siagian, SH. MM., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Sri Petri Haryati, S.Pd. Kepala Bidang Idiologi dan Wawasan Kebangsaan (Kesbangpol provinsi Riau), Denny Anteng Prakoso, SH. Kasi II bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau, dan Denny Siahaan, SH. Kepala Bidang Hukum Polda Riau dengan moderator Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Riau Drs. Khayatun, M.Si. di mulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, sebagai bentuk kecintaan terhadap NKRI.

Peserta dialog Wawasan Kebangsaan di berikan kesempatan oleh Tuan Rumah Kementrian Hukum dan Ham Wilayah Riau yang di pimpin oleh Dr. Ferdinand Siagian, SH. MM.
Ferdinand Siagian mengatakan acara ini dialog ini merupakan perintah langsung dari Menteri Hukum dan HAM RI (Bapak. Yasonna Laouly) kepada seluruh Kanwil Kemenkumham se-Indonesia untuk mensosialisasikan keutuhan NKRI.
Hasil dari kegiatan dialog tersebut sangat di respon baik oleh Denny Anteng Prakoso, SH., Kasi II bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau.
Pasalnya, banyak peserta dialog yang mengeluh tentang korupsi, narkoba yang masih saja ada di Provinsi Riau.
“Saya akan mencoba menganggendakan Dialog ini juga diadakan di Kejati Riau,” ungkap Denny.
Pernyataan Denny tersebut Sontak membuat peserta dialog LSM/Ormas yang berbadan Hukum tepuk tangan di dalam ruangan.
Misalnya LSM Komunitas Pemantau Korupsi (KPK) Nusantara DPD Riau. 
“Saya senang dialog yang sudah di lakukan oleh Kanwil Kemenkumham RI Riau masih ada jilid II nya, yaitu di Kejati Riau,” ungkap Mulya Koto, Sekretaris LSM KPK Nusantara DPD Riau. 
Mulya Koto, juga membocorkan sedikit permasalahan dugaan korupsi yang terjadi, baik itu permasalahan Rusun Polri yang ada di salah satu Kabupaten di Provinsi Riau sampai saat ini belum juga selesai pengerjaannya. Padahal Pembangunan tersebut di duga menelan APBN tahun 2016 yaitu berkisar 11,44 Milyar, yang di kerjakan oleh satu Perusahaan yang memenangkan tender tersebut.
“Kita tau betul permasalan Rusun Polri tersebut, karena anggota terus mengawasi pengerjaan tersebut, kita bisa hadirkan jika Kejati Riau dan Aparat Kepolisian turun ke lokasi,” jelas Mulya Koto.
Ia menambahkan, Kami LSM KPK Nusantara DPD Riau adalah mitra pemerintah bukan pemeras pemerintah, dengan mencari kesalahan sekumpulan orang, lalu minta uang peredam dari kesalahan sekumpulan orang.
“Kami bukan LSM abal-abal, untuk NKRI, kami tidak akan mudah terpecah belah baik masalah suku, ras, maupun agama,” tegas Mulya Koto.
Acara dialog jilid II ini sangat di harapkan oleh semua peserta, dan dapat terwujud serta bisa terlaksana nantinya di Kejati Riau, setelah lagu Padamu Negri di kumandangkan di saat penutupan dialog Wawasan Kebangsaan, seluruh peserta dialog pun mengabadikan gambar momen besar ini sambil bertukar nomor telepon. (MK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.