Camat Tembusai Terkesan Lecehkan Wartawan

0
302
Camat Tembusai Terkesan Lecehkan Wartawan
Situasi Saat Bimtek di Kec. Tembusai (Foto:Man) 

ROKAN HULU, Radar-X.Net – Sejumlah awak media terperangah dengan ulah sikap salah seorang Camat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang terkesan lecehkan profesi wartawan dengan menyodorkan sejumlah uang untuk minyak kendaraan.
Miris memang, namun sudah menjadi nasib seorang kuli tinta yang kesehariannya mencari, mengumpulkan informasi untuk dijadikan sebuah berita dan dimuat di media massa, kemudian disebarluaskan agar masyarakat mendapat informasi.
Namun, jasa atau perjuangan mereka selalu mendapat perlakuan tidak baik dari berbagai pihak. Contohnya kali ini mereka mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum yang tidak mengetahui persis tugas seorang jurnalis.
Oknum yang dimaksud dalam tulisan ini adalah Camat Tambusai Zahrial Lutfi. Dia terkesan mengukur profesi beberapa wartawan itu dengan menyodorkan beberapa lembar uang dari tangan kirinya. Spontan saja beberapa beberapa wartawan menolak akan hal itu.
Kejadian pelecehan profesi wartawan ini berawal saat sejumlah awak media untuk lakukan konfirmasi terkait acara Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan RPJMD, RKPD dan Pengelolaan Keuangan yang diikuti sebanyak 11 Desa di Kecamatan Tambusai, Rabu (1/3/17) sore kemarin.
Usai Bimtek yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Tambusai itu, saat ditanyakan kepada salah seorang panitia kegiatan mengatakan, bahwa camat Tambusai sedang ada pertemuan dengan Bendahara kegiatan Bimtek.
Namun setelah menunggu cukup lama sang Camat tak kunjung keluar dari ruangannya, beberapa awak media bergegas pulang karena sudah sore. Saat kendaraan baru keluar dari pagar kantor, camat memanggil supaya awak media tersebut masuk kembali ke ruangannya.
Sampainya kendaraan diparkir dihalaman kantor camat, beberapa awak media bertemu dengan Zahrial Luthfi (camat). Belum sempat menanyakan terkait kegiatan Bimtek yang akan dikonfirmasi, tiba-tiba Zahrial Luthfi menyodorkan uang dengan kata-kata yang tidak sepantasnya dikeluarkan oleh seorang pejabat.
“Nih uang minyak kalian ambil nih, nih, nih,,,” kata Zahrial Luthfi kepada sejumlah awak media seraya sodorkan uang. Namun, dengan halus sejumlah awak media menolak pemberian Camat dan pergi meninggalkannya.
“Kami tidak butuh dengan uang minyak dari Bapak, tapi kami mau konfirmasi jangan Bapak mengukur profesi kami dengan uang,” ujar sudirman salah satu wartawan media online.
Menurutnya, banyak hal yang ingin dikonfirmasikan tentang kegiatan Bimtek Kepala Desa itu, termasuk pendanaan yang dikabarkan dipungut dari setiap Kepala Desa dengan nilai yang cukup banyak.
“Kita sempat dapat kabar anggaran untuk pelaksanaan Bimtek itu dipungut dari setiap Kepala Desa. Kalau memang memang benar sedemikian rupa, ini patut dicurigai sebagai Pungli. Untuk itu kita minta agar tim Saber Pungli bertidak,” tegas Sudirman.
Ia menambahkan, bukan hanya terkesan mengukur profesi wartawan dengan uang. Camat Tambusai itu sempat mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mendengar nama salah satu media online lokal Rohul.
“Pantaskah dia bilang kalau dia tidak kenal media salah seorang rekan kita. Kalau memang dia tidak kenal, bukan berarti harus berkata seperti itu. Lagian perusahaan pers kami resmi dan berbadan hukum kok,” tambah Sudirman, sambil menyebutkan dalam waktu dekat akan melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwenang, karena sudah melanggar UU RI, NOMOR 40 TAHUN 1999, TENTANG PERS. (Rf/man)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.