Angga Restu, Si Yatim Menggebrak Panggung Hiburan

0
720
Angga Restu, Si Yatim Menggebrak Panggung Hiburan
Angga Restu, (Foto:Bagus) 
JEMBER, Radar-X.Net – Kisah yang begitu mengharukan sangat membuat kita untuk menyikapi sebuah rasa simpati yang luar biasa, seperti kisah seorang anak yatim/piatu misalnya, dalam kehidupan sehari-harinya harus berjuang dalam kesendiriannya. Seperti halnya Angga Restu Perjaka, penyanyi laki-laki asli kota Tape Bondowoso ini sebelum ia mulai terjun di dunia musik, walaupun dirinya seorang yatim, namun dirinya mampu mengubah kehidupan mirisnya menjadi sebuah angan yang didambakannya. 
Pria yang mempunyai nama Angga Aliwiansyah ini, kini sudah mulai melejit dengan nama panggung ‘Angga Restu’,  yang bertempat tinggal di Desa Walidono kecamatan Prajekan Bondowoso. Ia mengaku, sejak kecil sudah ditinggalkan oleh orangtuanya dan menjadi seorang yatim, namun semua itu tidak membuat pria kelahiran 01 Januari 1994 ini redup, dengan semangat yang kuat ia sambil lalu mengasah bakatnya dibidang tarik suara. Namun sebelum itu, ia harus meronta-ronta menjadi seorang buruh. 
Angga saat bersama Reporter Radar-X. 
“Saya ditinggal oleh ibu sejak kecil mas,” ungkap Angga sambil berlinang menceritakan pengalaman pahitnya. 
Selama ia mulai jadi buruh tani(ngasak,Red), bahkan kehidupannya dipandang sebelah mata oleh sebagian yang tidak menyukai keberadaannya sebagai penyanyi laki-laki. 
“Pengalaman bernyanyi pertama gambus/qasidah dari sejak umur 9 tahun hingga tahun 2014 saya mulai mengenal dangdut,” kata Angga.
Ia menjelaskan, disitulah awal saya menggali bakat, dari menerima upah/bayaran perjob 10rb-30rb. Kadang tanpa dibayarpun saya jalani demi menambah ilmu dan mengasah bakat pengalaman saya di dunia musik.
“2014 saya mulai belajar apa itu dangdut hingga 2015 saya mulai mengikuti ajang/kompetisi menyanyi dangdut baik di desa, Kecamatan maupun Kabupaten. Dan alhamdulillah prestasi saya dapatkan, baik dari juara 1-3.” Jelas Angga. 
Semenjak dirinya ikut lomba, ia belum pernah tidak mendapatkan juara, meskipun hanya juara 3 pasti ia dapatkan. Namun yang paling sering ia mendapat juara 1 dan 2.
“Tapi juga pernah ikut kompetisi di salah 1 ajang bergengsi di Kabupaten mendapatkan juara, tanpa dapat piagam, tropi apalagi uang. Semua hanya berupa ucapan dan iming-iming. Bagi yang juara dari 1-4 akan masuk rekaman antara album dangdut Nasional dan madura. Namun semua jadi angin hilang begitu saja, itulah pengalaman-pengalaman pahit saya mas.” Tandasnya. 
Ia menambahkan, semakin lama saya terus berusaha ikut teman-teman gambus Nurul Jannah dan Iramanda Musik. Alhamdulillah terus support dan mendukung bakat yang saya punya dan akhirnya saya bisa mendapatkan bayaran setiap kali nyanyi 50-100 ribu rupiah.
“Di tahun 2016, saya mengenal keluarga baru lagi, beliau-beliau yang juga sangat membantu saya, baik dalam karir maupun menyemangati hidup saya. Gus afadli, om Bagus Wirawiri, Om Harsono, Yudhi Santana Pro, dan teman-teman lainnya yang selalu bikin hidup saya semakin bahagia dan tentram,” tambahnya. 

Angga lebih lanjut menjelaskan, mereka semua keluarga Wirawiri Production. Diajang tarung dangdut jtv 2016 kemarin, Alhamdulillah saya menjadi salah 1 finalis di Surabaya, semua berkat mereka yang selalu mengangkat karir saya, mendorong semangat saya, hingga saya semakin dikenali, digemari banyak kalangan, tentunya dengan kwalitas bakat saya yang dulunya hanya jadi bahan tertawaan orang, bahkan kadang saya di ejek karena hanya penyanyi cowok.

“Alhamdulillah sekarang karir saya semakin kelihatan dan masyarakatpun menerimanya, dan tak jarang lagi untuk saya bernyanyi dari panggung ke panggung baik event, out door maupun indoor. Terima kasih RADAR-X yang telah sudi mampir ketoko SRI DEVI Sukowono tempat bekerja Angga.” Tutupnya. 
Sukses dan tetap semangat buat Angga.(Bagus WW) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.