Rayakan HUT NU ke-91, Bupati Tegaskan Komitmen Menjaga Keutuhan NKRI

0
501
Rayakan HUT NU ke-91, Bupati Tegaskan Komitmen Menjaga Keutuhan NKRI
Suasana saat peringatan hari lahir (Harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama (NU) di Desa Pakuniran. (Foto:Abas) 
BONDOWOSO, Radar-X.Net – Tengah maraknya konflik di Indonesia terkikisnya kerukunan antar Umat beragama yang mengakibatkan tidak kondusif di Negara Indonesia saling menghujjat antar Agama, Ras, Suku, Adat dan Budaya. Kini wajib kita menjaga keharmonisan hidup kerukunan di Negara Kesatuan Repubklik Indonesia (NKRI).
Dalam hal ini, peringatan hari lahir (Harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama (NU) di Desa Pakuniran Kec. Maesan Kab. Bondowoso Jawa Timur, yang dihadiri sekitar 1500 orang dari jajaran Pengurus Cabang NU Bondowoso, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, serta para Kepala Desa, Jajaran Pemerintah tingkat Kecamatan, KH. Sholeh Ahmad dari Pon-Pes Sumber wringin Jember, bertempat di Gedung Aula Gus Dur tepatnya di Kediaman H. Tohari, Jum’at (10/2/2017) 
H. Tohari, DPRD Bondowoso dalam sambutannya menyatakan, Alhamdulillah telah hadir ditengah-tengah kita Mustasyar PCNU Bondowoso KH. Amin Said Husni yang juga Bupati Kab. Bondowoso, serta pengurus PCNU Bondowoso yang selalu setia membimbing kita selaku warga Nahdiyyin dan Nahdiyyat.
Ia menjelaskan bahwa, acara silaturrahmi antar warga NU yang dikutip sebagai acara Rutin “lailatul Ijtima” tiap tanggai 14 Hijriyah tepatnya pada malam Bulan Purnama dengan harapan untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta kita kepada NU yang sudah menjadi organisasi  untuk memperkuat bangsa. 
“NU telah menjalin kekuatan kultural dan politik bangsa ini, antara lain karena kebersamaannya dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Tohari.  
Sementara itu, wakil Tanfidziyah PCNU Bondowoso, H. Mas’ud Ali, menjelaskan kepada seluruh warga NU untuk menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara, karena kondisi Negeri ini bisa dikatakan tidak kondusif  yang mana sekarang telah banyak Ormas-ormas dan alira-aliran yang tujuannya ingin merubah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi Negara Syari’at Islam. Sikap moderat tersebut ditekankan begitu penting, karena menurut dia berkat sikap ini sejumlah masalah Bangsa dan Negara berhasil diselesaikan. 
“NU dalam setiap penyelesaian masalah mengambil jalan tengah dan berimbang dan punya sifat adil,” katanya.
Ia menghimbau kepada seluruh warga NU agar memperkuat Aqidah yang mana pada saat ini Aqidah Bangsa ini telah terkikis dengan Maraknya Pahaman-pahaman yang tidak sesuai dengan tradisi-tradisi warisan dari sesepuh NU yaitu “Wali Songo”.
“Kita wajib menjaga dan menanamkan budaya-budaya ke Aswajaan kepada seluruh anak-anak didik kita agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang memecah belah Umat Beragama.” Tegas H. Mas’ud.
Bupati Bondowoso, KH. Amin Said Husni, menyampaikan rasa syukur dan mengapresiasi dalam acara rutin Lailatul Ijtima’ yang sudah istiqomah, ini merupakan warisan dari ulama’ Shalafus Sholeh yang wajib kita jaga dan diajarkan kepada seluruh anak-anak kita agar dijadiakan tradisi dan budaya bagi generasi warga NU.  Karna acara Lailatul Ijtima’ itu adalah wadah silaturrahmi antar warga NU yang mana juga wadah menyelesaian permasalahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat maupun permasalahan Bangsa, untuk mencari solusi dari permasalahan terssebut.
“Saya berharap warga NU bersinergi dengan jajaran pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten dan seterusnya dengan harapan warga NU menampung aspirasi masyaraat dan ikut andil dalam membantu membangun Bangsa dan bernegara,” tuturnya.
Dijelaskannya, warga NU wajib mengenalkan pendidikan ke NU-an kepada anak didik kita, misal Organisasi IPNU, PMII, dll, agar anak-anak kita kelak nanti bisa menjadi alat gerakan generasi NU dan kenal akan tradisi-tradisi yang sudah di wariskan nilai-nilai ke NU-an. Karna NU dibentuk untuk membendung ajaran-ajaran yang tidak percaya akan adanya madzhab seprti halnya aliran Wahabi dari sanalah para Ulama’ berinisiatif mendirikan NU. 
“Pentingnya menjaga keharmonisan masyarakat, warga NU wajib menjalin  komunikasi kepada seluruh elemen masyarakat.” Tutup Bupati.
Acara peringatan Harlah ini ditutup dengan pembacaaan Sholawat yang bawakan oleh OG. Er Show dari Pon-Pes Sumber wringin Jember pimpinan KH. Sholeh Ahmad. (Abas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.