Negara Dalam Keadaan Apapun Pers Harus Tetap Ada

0
539
Negara Dalam Keadaan Apapun Pers Harus Tetap Ada
Suasana saat jumpa Pers FWLM Kember (Foto:Rul) 

JEMBER, Radar-X.Net – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional, setiap tahunnya diperingati pada 9/2. Dalam hal ini Forum Wartawan Lintas Media(FWLM) Jember, menggelar diskusi di warung kembang desa Pancakarya, Ajung Jember, Sabtu (11/2/17), diskusi yang bertema “Ancaman Disintegrasi Hilangnya Semangat Kebangsaan” yang telah kita rasakan bersama akhir-akhir ini. 
Dalam diskusi tersebut, Moch Eksan, DPRD Jatim dari partai Nasdem salah satu Narasumber, AKP Bambang Wijaya yang mewakili Kapolres, sebagai Narasumber, Dandim, Letkol inf, Rudianto, juga jadi Narasumber, Drs. Suprapto dari Kesbangpol, Suseno dari Akademisi dan Aga Suratno jurnalis senior yang mewakili insan pers, serta puluhan jurnalis dari berbagai media, yang tergabung Forum Wartawan Lintas Media dan JSJ. Seluruhnya di atas ini telah mewakili ahli di bidangnya masing-masing. 
Anggota DPRD Jatim dari Nasdem mengatakan, “di Amerika sendiri pernah terjadi peristiwa seperti di indonesia yang ini kita rasakan bersama, bahkan sempat mau terpecah belah satu dengan yang lain, namun alhamdullillah masih bisa di atasi,” ujarnya
Jurnalis senior, Aga Suratno mengatakan, “jurnalis harus tetap profesional dan yang terpenting tidak menulis berita hoax, dan tetap menjaga ettitut. Bahkan Negara dalam keadaan bagaimanapun pers harus tetap ada, bayangkan kalau Negara tanpa pers, akan gelap gulita dan tak ada pencerahan,” terangnya
Ia menegaskan, lebih baik pers tanpa Negara, daripada Negara tanpa pers, kita tidak bisa membayangkan lagi, kalau hal itu bisa terjadi di Negara yang kita cintai ini.
Kasatreskrim, AKP. Bambang Wijaya mengatakan, “semua tetap harus kita jaga persatuan dan kesatuan, termasuk situasi yang sekarang terjadi ini.” Tegasnya
Dandim Jember, Letkol inf. Rudianto mengatakan, “TNI dan rakyat tetap harga mati, tak bisa ditawar lagi yaitu NKRI yang tetap harus kita jaga sampai titik darah penghabisan.” Tandasnya. 
Kepala Kesbangpol, Drs. Suprapto mengatakan, “sesuai ramalan Joyoboyo, yang terjadi saat ini, adalah bukti dan terwujud, adanya indikasi disintegrasi tersebut, bahkan di dunia pendidikan ini seharusnya menjadi karakter tersendiri dan jadi pelajaran,” ujarnya
Akademisi Jember, Drs. Seno Riban, mengatakan, “dengan adanya Media sosial, seolah-olah fakta, dan akan mengurangi etos kerja Jurnalis yang setiap hari berkutat dengan berita dan menghadap komputer, kadang jurnalis menjadi target konspirasi tertentu,” ungkapnya. 
Ia menambahkan, secara teori, sekelompok orang orang  mulai awal sampai akhir yang tahu tentang persoalan yang sedang dihadapi.
Pantauan RADAR-X saat acara diskusi, sangat antusias sekali undangan yang hadir, bahkan sayang waktunya di batasi oleh panitia, sehingga ada berapa pertanyaan yang belum terjawab oleh Narasumber dari berapa kalangan penting tersebut.(Rul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.