“Milad Forkom” Paguyuban Perawat Ponkesdes Bondowoso Ke 1 Berlangsung Meriah

0
787
Milad Forkom" Paguyuban Perawat Ponkesdes Bondowoso Ke 1 Berlangsung Meriah
Jajaran Pengurus Forkom Paguyuban Perawat Ponkesdes Bondowoso (Foto:Abas) 


BONDOWOSO, Radar-X.Net – Dalam rangka menjaga kekompakan antar sesama perawat ponkesdes khususnya Kabupaten Bondowoso, Jajaran pengurus Forkom, kali ini mewarnai hari lahirnya(Milad)  Forum Komunitas Paguyuban Perawat Ponkesdes Bondowoso ke 1, dengan berbagai beberapa kegiatan yang dilaksanakan di balai desa Gebang, Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso, sekaligus juga memperingati HUT PPNI yang ke 43. Sabtu (25/02/2017).
Giat acara tersebut di hadiri dr. Imron MM.Kes. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bondowoso, Bagus Supriyadi S.Kep.Ners Ketua PPNI sekaligus Kasi SDM Kab. Bondowoso, Pasidi Sidiq, S.Kep.Ns, MM.Kes., Kabid P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Endang Susilowati, kepala desa Gebang, Camat Kec. Tenggarang, Muspika, yang diikuti oleh 157 undangan perawat Ponkesdes se Kab. Bondowoso. 

Mengawali acara ini, semua elemen yang hadir terlebih dahulu bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Mars PPNI”. Dapat dilihat disini 
Dalam hal ini, Budiono selaku pengurus. Forkom paguyuban perawat ponkesdes mengucapkan puji syukur alhamdullih atas terlaksana “Milad Forkom” Paguyuban Perawat Ponkesdes se Kabupaten Bondowoso ke 1 dan HUT PPNI yang ke 43. 

“Saya berpesan kepada teman-teman perawat agar selalu kompak dan sejalan, gunakan Forkom kita agar tercipta sebuah komunikasi yang baik antar perawat ponkesdes.” Ujarnya.
Kepala desa Gebang, Kec. Tenggarang, Endang Susilowati mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada undangan yang hadir pada acara ini. Alhamdulillah berkat rahmat Allah kita bisa berkumpul disini, Kami ucapkan selamat datang, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran panitia ini merupakan suatu kehormatan bagi kami karena sudah dipercaya ditempati “MILAD FORKOM” Paguyuban Perawat Ponkesdes Kabupaten Bondowoso.

“Semoga forkom atau paguyuban ini kedepannya bisa melakukan kegiatan yang lebih, dan harapan kami juga bisa bermanfaat bagi masyarakat dengan ilmu adik-adik perawat ponkesdes khususnya kabupaten Bondowoso.” ujarnya. 
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bondowoso, dr. H.M. Imron MM.Kes., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada kepada kepala desa khususnya atas support dan dukungan terhadap penyediaan baik itu tempat dan lain-lainnya, sehingga acara ini dapat terlaksana dan dirangkai dengan HUT PPNI yang ke 43. 

Dijelaskannya, saat ini arah kebijakan pembangunan kesehatan tidak lagi bertumpu pada paradigma kuratif atau rehabilitatif, namun lebih pada upaya pada promotif dan preventifnya. Disinilah peran perawat dan bidan yang ada di desa, para perawat yang tergabung dalam perawat ponkesdes ini mempunyai peran yang sangat penting tentang pengembangan serta optimalisasi upaya-upaya promotif dan preventif. 
“Jenengan (jawa, red) semua tidak bisa berjalan sendiri, harus berkolaborasi dan bersinergi dengan bidan khususnya dengan kader-kader kesehatan dan pemerintahan yang ada di desa, mulai dari kepala desa sampai kepala Dusunnya termasuk juga dengan lintas sektor, yaitu para tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, para remaja-remaja masjid, para paguyuban-paguyuban yang ada di desa manfaatkan dan optimalkan untuk sinergitas.” Jelasnya 
Ditambahkannya, di masing-masing desa sudah ada umipersamida dan bundakespro yang ditujukan untuk akselerasi penurunan angka kematian ibu dan bayi. Sedangkan untuk pemberantasan kemaksiatan dan narkoba ada tiga pilar di Kecamatan sampai babinsa dan babhinkamtibmas, disitulah peran perawat dan bidan desa untuk ikut serta berada didalam gerakan Gerdu Bersinar, ada yang banyak perlu di sinergikan. 
“Saya berpesan sekali lagi kepada jenengan semua(para perawat,red), hal yang paling penting dalam upaya promotif dan preventifnya ini tidak bisa kalau tidak menggunakan mereka semua.” Tegas Kadinkes. 
Pada kesempatan yang sama, Bagus Supriyadi S.Kep.Ners selaku Ketua PPNI Kabupaten Bondowsoso menyampaikan, selamat atas hari lahir (Milad Forkom Paguyuban Perawat Ponkesdes Kabupaten Bondowoso Ke 1), bahwasanya sebagai perawat PPNI yang pertama harus mencintai terlebih dahulu, cinta terhadap profesi dan banggga sebagai seorang perawat. bagaimana cinta itu abadi, harus menjaga citra PPNI.

“Ciptakan suasana yang baik di desa, bisa berkomunikasi yang baik. Sebab itu merupakan hal yang paling, bisa diterimanya kita tergantung dari komunikasi, jika komunikasi kita kurang baik makan timbul suatu masalah,” ujarnya. 
Ia menambahkan, sebagai petugas di desa harus bisa dijadikan panutan, bisa memberi contoh yang baik, baik dari sikap, perilaku, penampilan, kebersihan dan sebagainya. Karena mustahil jika bapak dan ibu sekalian mengajak warganya berprilaku hidup bersih dan sehat kalau ditempat kerjanya juga tidak baik.
“ini adalah pengembangan dari PPNI, salah satunya memberdayakan teman-teman yang ada di ponkesdes agar kita lebih mudah untuk berkomunikasi jika forumnya, sehingga tidak ada kesulitan dalam menhubungi teman yang lain, walaupun di komisariat sudah ada.” kata Ketua PPNI ini. 

Pantauan dilapangan, peresmian pembukaan Milad Forkom Paguyuban Perawat Ponkesdes ke 1, pemotongan tumpeng oleh pengurus PPNI Pusat Kab. Bondowoso, sedangkan pemotongan tumpeng HUT PPNI Ke 43 oleh Kepala Dinas Kab. Bondowoso.

Usai acara tersebut dilanjutkan dengan pelayanan Posbindu oleh perawat ponkesdes di balai desa Gebang, kemudian terdapat juga suatu program “ketok pintu”, yang mana para petugas atau perawat mendatangi rumah warga. 

Selain itu, Kabid P2 Dinas Kesehatan Passidi Sidiq S.Kep.Ns MM.Kes, memaparkan materi tentang Forum Komunikasi(Forkom) Paguyuban Perawat Ponkesdes. Bahwa Dalam mengembangkan fungsi Puskesmas, Provinsi Jawa Timur mengembangkan Pondok Bersalin Desa (POLINDES) menjadi Pondok Kesehatan Desa (PONKESDES) sebagai sarana kesehatan jejaring Puskesmas ditingkat desa. (Peraturan Gubernur Jawa Timur No 4 Tahun 2010) Tentang Pondok Kesehatan Desa di Jawa Timur.

Dijelaskannya, Tugas pokok dan fungsi perawat di PONKESDES merupakan pembagian tugas puskesmas pada 6 (enam) upaya pelayanan wajib dan pengembangan yang dilaksanakan difokuskan pada pasien usia sekolah sampai dengan lansia di wilayah kerjanya dengan memperhatikan kewenagan perawat. 
Tugas Pokok dan Fungsi Perawat PONKESDES;
1. Melaksanakan Program Kesehatan Lingkungan.
2. Melaksanakan Program Kesehatan Gizi Masyarakat (pada sasaran bayi post neonatal sampai dengan anak pra sekolah).
3. Melaksanakan Program Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit Menular
4. Melaksanakan Promosi Kesehatan yang terkait dengan Kesehatan Lingkungan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
5. Melaksanakan Pengobatan Sederhana atas perintah dokter Puskesmas secara tertulis utamanya MTBS sesuai kompetensi dan standar yang berlaku sesuai masyarakat diluar kewenangan Bidan.
6. Melaksanakan Upaya Kesehatan Pengembangan sesuai tugas yang diberikan Kepala Puskesmas
7. Melaksanakan Koordinasi dan Kerjasama dengan Bidan PONKESDES, Lintas Sektor, Lintas Program dalam mencapai VISI, MISI dan TUJUAN PONKESDES.
8. Pembinaan dan Pengembangan UKBM.
9. Melakukan kemitraan denganOrganisasi Kemasyarakatan, LSM, Dukun, TOMA dan TOGA-KESGA.
Melaksanakan Tugas Lain yang diberikan oleh Kepala Puskesmas.(Abas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.