Mediasi Lahan Sawit Ratusan Hektar Menuai Teriakan Para Ibu-Ibu

0
407
Mediasi Lahan Sawit Ratusan Hektar Menuai Teriakan Para Ibu-Ibu
Saat mediasi berlangsung, tampak yang hadir Muspika setempat dan mediasi berjalan aman dan kondusif walaupun sempat beberapa saat ‘ricuh’. (Foto: Lis)

ROKAN HULU, radar-x.net – Mediasi antara ratusan orang masyarakat Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau yang tergabung dalam anggota Koperasi Sawit Danau Maong Jaya (Kopsa Damaya) yang dilaksanakan di aula pertemuan kantor desa setempat Selasa, (21/2/2017) sore, dengan bapak angkat pola kemitraan, Achmad Kusnan.
Pantauan awak media dilapangan mediasi nyaris “ricuh” walaupun tidak terjadi anarkis dan bentrok karena ada hadir Kapolsek Kepenuhan, AKP Fatman bersama jajarannya serta anggota Koramil Kepenuhan yang melakukan pengamanan.
Lahan yang menjadi objek mediasi itu berada di dusun Tanjung Alam seluas 237 hektar dan 23 hektar di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang saat ini sudah menjadi kebun kelapa sawit yang dimiliki Achmad Kusnan dan dua temannya Hendrik dan Harry Suyanto warga Sumatera Utara selaku bapak angkat yang menjadi pengelola dengan perjanjian dibuat didepan Notaris Sepriyandi, SH di Pasir Pengaraian 60-40 persen Tanggal 15 Oktober Tahun 2014 lalu.
Dalam mediasi tampak hadir Danramil Kepenuhan Kapten Syahril, Kades Kepenuhan Barat Tana Sutiyo, ketua Kopsa Damaya Ruslan, tokoh masyarakat yang juga pendiri Kopsa Damaya, Awaludin,S.Ag, tokoh masyarakat setempat lainnya, ketua Kopsa Damaya Ruslan dan pemilik kebun Ahmad Kusnadi serta kurang lebih ratusan masyarakat setempat.
Namun mediasi tidak berjalan mulus, karena masyarakat yang hadir menuntut pemilik kebun untuk mengembalikan tanah mereka secara utuh. Bahkan para Ibu-Ibu yang datang, berulang-ulang mereka meneriakin agar tanah mereka di kembalikan.
Tidak itu saja, beberapa Ibu -Ibu tersebut dengan mengejar pemilik kebun saat keluar dari kantor desa, saat menuju mobilnya pulang. Beruntung ada Kapolsek Kepenuhan bersama Jajarannya, sehingga pemilik kebun (Ahmad Kusnan) dan rekannya bisa masuk dalam mobilnya dan pulang dengan dikawal anggota Polsek Kepenuhan.
“Biarlah pokok sawit itu sama dia, tapi kami tuntut tanah kami dikembalikan,” teriak Ibu-Ibu itu. Namun saat awak media tanyakan apa masalah mereka tidak bisa menceritakan secara detail terkait apa permasalahannya. Tetap mereka berulang menyampaikan ‘kembalikan lahan kami Pak’.
Melalui wawancara ketua koperasi Sawit Danau Maong Jaya Tanjung Alam, Ruslan bersama anggota KKPA lainnya katanya yang ramai itu, masyarakat pemilik lahan. Karena mereka merasa terganggu, atas lahan mereka seluas lahan inti 237 hektar diluar 23 hektar, lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) diduga dijual oleh Kusnadi kepada pihak lain bernisial HZ warga kota Tengah, kecamatan Kepenuhan.
“Bahkan pada saat acara mediasi itu berlangsung (Kusnadi-red), mengaku sudah menerima uang DP senilai Rp 3. Miliyar,” ungkap Ruslan.
Dan di jelaskannya, saat itu warga mulai berteriak, karena pernyataan bapak angkat itu. Karena isu itu sudah lama tersebar dikampung mereka.
Padahal didalam perjanjian jelas Ruslan, ditegaskan bahwa lahan kemitraan seluas 237 hektar itu, tidak dapat atau tidak boleh diperjual belikan kepada pihak manapun dan dalam bentuk apapun juga.
Perjanjian Lahan Dan Penjelasan Achmad Kusnan
Dan lahan inti seluas 237 hektar itu juga bersifat pinjam pakai dan pihak pertama Kusnan Cs diharuskan menyerahkan lahan itu kembali kepada masyarakat tanjung Alam sebagai pemilik dasar lahan pada Bulan Desember tahun 2031 alias hanya satu kali masa replanting (25 tahun)
“Namun, dalam perjalanan kemitraan itu, pihak investor Kusnan CS ingkar janji. Malah pengelolaan karena sudah berhasil diserahkan pengelolanya kepada koperasi Subur Tani. Kami pemilik lahan yang sudah ada perjanjaian yang sah sejak awal ditinggalkan begitu saja tanpa pemberihauan satu kata pun,” bebernya lagi.
Sementara itu, Achmad Kusnan membenarkan adanya dirinya menjadi bapak angkat pola KKPA Kopsa Damaya Tanjung Alam dengan perjanjaian pengikat yang ternotariskan. Dan mengaku ada lahan yang dijualnya, namun lahan itu pribadinya, bukan lahan KKPA.
“Benar saya jual itu lahan, tapi milik pribadinya, bukan lahan KKPA itu,” katanya membantah.
Ditempat yang sama Kepala Desa Kepenuhan Barat Tana Sutiyo, sangat menyayangkan pernyaataan saudara Achmad Kusnan, selaku mitra KKPA Kopsa Damaya Tanjung Alam yang tidak menjelaskan dengan terbuka dan tidak memberi tanggapan yang serius atas somasi yang di layangkan, terhadap status lahan baik lahan inti 60% dan lahan pribadi.
“Seharusnya disampaikan transparan, jangan membuat anggota KKPA hilang kepercayaan mereka,” jelas Kades Kepenuhan Barat.
Terrkait lahan pribadi Acmad Kusnan yang diduga dijual itu,Kades Tana mengaku sampai saat ini belum tau dan mmelihat dokumennya.
Memang benar ada lahan pribadi Achmad Kusnan. Bahkan sempat dirinya yang mengurus beberapa bulan sebelum menjadi menjabat Kades beberapa tahun lalu.
“Namun dokumen diduga jual beli yang disampaikan itu, saya selaku Kepala Desa tidak tau yang mana,” jelas Kades Tana menutup.(FW/Lis).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.