LSM KPK Nusantara Riau, Kutuk Oknum Kades Yang Di duga Aniaya Wartawan

0
768
LSM KPK Nusantara Riau, Kutuk Oknum Kades Yang Di duga Aniaya Wartawan
Korban Yang diduga dianiaya (Foto:Few) 

ROKAN HULU, Radar-X.Net – Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini menimpa Despandri(40) Wartawan Metro TV, Korban mengalami luka gores di dada, lengan dan kepala. Usai kejadian korban melaporkan kasus penganiayaan terhadap dirinya ke Polsek Tapung Hulu.
Kejadian berawal saat korban yang juga Anggota Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Selasa (31/1/2017) malam sekitar pukul 20.00 WIB mendapat informasi bahwa laki-laki selingkuhan istrinya berada di desa Sinamanenek Kecamatan tapung Hulu Kabupaten Kampar.
Korban bersama anaknya Aditya(15), yang tingal di Desa Tandun kabupaten Rokan Hulu, meluncur dengan Mobil  ke Desa tersebut yang berjarak kurang lebih 30 KM.
Sesampainya di Rumah Kontrakan Istrinya Elvi, pukul 22.00 WIB yang mana sejak Oktober 2016 memang tinggal di desa tersebut dan berjualan makanan dan minuman di depan  Kantor Desa Sinamanenek, korban Bersama RW, Linmas, membawa istrinya dan selingkuhanya ke rumah RT setempat untuk diintrogasi.
Berhubung permasalahanya tidak bisa diselesaikan di tingkat RT, korban dianjurkan untuk membawa ke dua pelaku selingkuh ke Rumah kepala Desa Sinamanenek yang berjarak kurang lebih 500 meter dari rumah RT.
Namun sesampainya disana korban dan anaknya Aditya serta selingkuhan istrinya Yudi beserta seorang Saksi bernama Nanda di depan rumah kepala Desa, langsung diserang dengan cakaran, cekikan, dan bantingan oleh ke dua Pelaku(PJ) Kepala Desa dan(SP) Kaur Desa Muara Intan.
Untuk diketahui (PJ) oknum Kades merupakan Adik Ipar dari Istri Korban, makanya dalam permasalahan ini berpihak kepada istri korban Elvi yang terang-terangan sudah berselingkuh dan kumpul kebo dengan laki-laki lain.
Seharusnya(PJ) bukan menganiaya Pelaku, tapi sama-sama menyelesaikan masalah. Karna tujuan kedatangan Korban Despandri, untuk meminta pertanggung jawaban selingkuhan istrinya yang pada bulan maret 2016 lalu, pernah juga membawa lari istri dan anaknya serta uang Rp. 8 juta.
“Jika dengan sengaja melakukan kekerasan terhadap orang lain di muka umum dan mengakibatkan luka-luka, pelaku dikenakan ancaman hukuman maksimalnya 7 Tahun penjara. Dan jika terbukti dipersidangan, ke dua pelaku akan dikenakan pasal 170 KUHP.” Katanya. 
Terkait kejadian ini, ketua Persatuan wartawan Indonesia(PWI) Riau H. Deni Kurniawan, mengutuk keras tindakan yang dilakukan aparatur desa terhadap wartawan. Seharusnya mereka menengahkan, bukanya memperkeruh masalah hingga terjadi penganiayaan.
“Kita akan kawal kasusnya sampai ke Ranah Hukum, dan kita akan siap mendampinggi korban dengan Hakim Pembela dari PWI Riau,” tegasnya.
Hal yang sama juga disesalkan oleh Ketua PWI Kabupaten Rokan Hulu, Engki Frima Putra, dan menyesalkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan kepala Desa dan kaur desanya. Apalagi antara korban dan Pelaku kepala desa ada hubungan keluarga. Yang mana istri korban Elvi dan istri pelaku PJ Marniati merupakan kakak beradik kandung.
“Kasus ini sudah di Polisi, kita tunggu aja hasilnya, dan kita sudah minta kepada korban, supaya terus diproses ke pengadilan,” ujarnya.
Ketika di konfirmasi melalui HP Sekretaris LSM KPK Nusantara DPD Riau Mulya Koto, megutuk dan mengancam akan turunkan massanya ke Rokan Hulu untuk memberikan dukungan dan suport kepada rekan jurnalis yang di duga di aniaya oleh oknum kades tersebut jika perlu.
Mulya Koto juga mengatakan, walaupun rekan jurnalis tersebut tidak dalam bertugas, tapi kami sebagai sosial kontrol dan lembaga swadaya masyarakat tetap tidak terima,  wartawan itu hanya pekerjaan profesi, karena korban yang di duga dianiya tersebut adalah manusia yang berhak dan di lindungi oleh UU.
Sementara, Ketua LSM KPK Nusantara DPD. Riau Affansasi, juga angkat bicara, dia juga akan mengintruksikan Dewan Pimpinan Cabang LSM KPK Nusantara Rokan Hulu Lisman G, dan M. Rifai, salaku Ketua Dan Sektetaris untuk mengawal kasus ini, serta memberikan dukungan dan suport nya terhadap rekan Jurnalis tersebut.
“Padahal kerja jurnalis dilindungi oleh undang-undang khusus nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, serta di dukung dengan undang-undang Keterbukaan Informasi Publik(KIP) undang-undang nomor 14 tahun 2008, enak aja main fisik, memang dia yang punya Provinsi Riau ini.” Pungkas Affansasi dengan nada tinggi.(Fah/Rtc/Lis)
Baca Juga:  Dandim 0824 Jember: " Latihan ini merupakan amanat dari latihan Korem 083 "

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.