Kerajinan Tangan Karanganyar Ambulu Pernah Sampai Spanyol

0
790
Kerajinan Tangan Karanganyar Ambulu Pernah Sampai Spanyol
Jenis hasil kerajinan tangan Karanganyar (Foto:Rul) 

JEMBER, Radar-X.Net – Kerajinan tangan “Home industri” yang selama ini dikenal sampai Mancanegara , yaitu berupa “Handy kraf” dari Balung, ternyata di desa Karanganyar Kec. Ambulu juga pernah menyimpan sejarah sampai Spanyol, Prancis, Jerman dan kota besar dibelahan dunia, bahkan kerajinan tangan dari Karanganyar Ambulu ini, banyak terbuat dari binatang laut yang berupa gantungan kunci, bros baju, dan mainan lainnya. 
Salah satu pengusaha mainan tersebut, dari sekian yang ada di desa Karanganyar, sekarang masih bertahan dengan kerajinan tersebut, meskipun pangsa pasar menurun tak seperti dulu, karena ini adalah pekerjaan turun temurun dari orang tua, terus di kolaborasi dengan kemajuan jaman, sehingga tetap berjalan dan Alhamdullillah sampai saat ini masih eksis.
Pengusaha Home industri, Imron Rosidi mengatakan, “masih kerisis moneter dulu mas, malah pesanan semakin ramai, bahkan karyawan saya tambah banyak, dan pesanan semakin meningkat, bahkan barang dari Karanganyar ini sampai ke mancanegara, seperti Spanyol, Prancis dan Jerman, tapi jaring pengiriman dari Bali yang meng export keluar Negeri.’ ujarnya ketika di temui. RADAR-X dirumahnya, Kamis (16/2/17). 
Ia menambahkan, untuk saat ini pesanan hanya lokalan saja, seperti Malang, Batu, Surabaya dan sebagainya, termasuk Mall yang ada di Jember, dan kota di Jawa Timur pada umumnya, bahkan kami juga sering kordinasi dengan Dinas Koperasi dan perdagangan Jember maupun Provinsi.
Sementara, Kepala desa Karanganyar Sunaryo mengatakan, “yang jelas kami kemarin melihat Home industri tersebut, salah satu Imron Rosadi itu, yang sampai saat ini masih bertahan dengan pesanan saja, seperti dalam Negeri, Jember, Malang, Batu, Surabaya dan kota di Jatim pada umumnya, kalau dulu sampai exsport keluar Negeri, Spanyol, Jerman dan Prancis, bahkan karyawannya banyak, itu waktu krisis moneter,” ujar Kades yang akrab dengan kulitinta ini. 
Ia juga menambahkan, “saat ini masih mempekerjakan puluhan warga sekitar saja untuk membantu membuat bermacam-macam barang pesanan tersebut, cuma pangsa pasarnya tak seperti dulu lagi saat krisis moneter, justru pesanan diluar srmakin tinggi dan harganya juga lumayan dan lebih tinggi dari dalam Negeri,” pungkasnya.(Rul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.