Kabid Humas : Jika Memang Salah Tangkap, Silahkan Tempuh Melalui Jalur Hukum

0
268
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, SIK.MM. (Foto:MK) 
PEKANBARU, radar-x.net – Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, terkait kasus dugaan salah tangkap terhadap Syamsi Rahmad(21) warga Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, yang dilakukan oleh personil Polresta Pekanbaru, Kamis (18/11/2016) silam, kini mulai mendapat titik terang.
Korban yang diduga pelaku perampokan dengan menggunakan senjata api terhadap Teras Bank BRI, Jalan Fajar, Kecamatan Payung Sekaki, menginginkan permasalahan ini dapat ditangani Polda Riau.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, SIK.MM., Ketika di konfirmasi RADAR-X Rabu(7/2/2017) pagi tadi mengatakan, tidak ada salah tangkap yang di lakukan oleh personil Polresta Pekanbaru kurang lebih 3 bulan yang lalu tersebut.
“Jika memang salah tangkap, silahkan saja tempuh melalui jalur hukum, seperti Praperadilan.” Kata Guntur
Sebelumnya sudah diberitakan, Polresta Pekanbaru melakukan penangkapan terhadap pelaku perampokan terhadap Teras Bank BRI Jalan Fajar, Kecamatan Payung Sekaki, Kamis (17/11/2016) silam. Namun polisi menduga Rahmad merupakan salah seorang pelaku perampokan yang kemudian diamankan, ternyata Rahmad bukan pelakunya.

Syamsi Rahmad. 

Tidak sampai di situ saja, Ketua LSM KPK Nusantara DPD. Riau, Affansasi selaku LSM pendamping Syamsi Rahmad yang sebagai korban,  mengatakan, sah-sah saja jika ada bantahan dari Polda Riau tentang dugaan salah tangkap ini.

“Kami siap akan mempraperadilkan Personil Polresta Pekanbaru tersebut, kalau itu yang di inginkan Pihak Kepolisian.” Tegas Affansasi
Dijelaskannya, kami LSM KPK Nusantara DPD Riau, adalah mitra Aparat Penegak Hukum dan Pemerintahan, jadi kami tidak mencari kesalahan tapi kami mencari fakta dan kebenaran berdasarkan kronologis penangkapan tersebut, yang di duga dilakukan seperti penangkapan Gembong Narkoba. 
“Kami juga akan akan mengawal dugaan kasus salah tangkap ini sampai di tempuh jalur hukum dengan gelar Pra peradilan, biar sama-sama tau, kita siapa yang benar, karena yang memutuskan benar salah nya itu Pengadilan, sehingga korban dapat kembali nama baiknya bersih dari lingkungan tempat dia tinggal.” Jelas Affansasi. 
Ditambahkannya, kami LSM KPK Nusantara DPD Riau juga sangat berterima kasih atas pelayanan yang baik, dan ramah serta sangat manusiawi yang di lakukan oleh jajaran Mapolda Riau, khususnya Propam Polda Riau, beberapa waktu yang lalu terhadap dua wanita hamil yang juga menjadi saksi akan peristiwa dugaan salah tangkap tanggal 18 November 2016 yang lalu.
“Kita akan lihat nanti jika sudah praperadilan, dan jelas duduk permasalahan ini nantinya, kita akan paksa Pihak Polresta Pekanbaru bisa menemukan STNK atas nama Syamsi Rahmad dengan plat nomor BM 3228 TU,  yang di duga hilang di tangan oknum Polresta Pekanbaru,” tandas Affansasi.

Secara terpisah, ketua umum LSM KPK ,Subhan Adi Handoko, angkat bicara persoalan kasus yang didampingi DPD LSM KPK Riau, saya selaku ketua umum LSM KPK sangat bangga dengan kinerja tim LSM KPK di Riau, dia tetap konsisten sebagai sosial kontrol dan terus mendampingi dugaan salah tangkap. “Jika memang harus mengerucut ke ranah pra peradilan, karena pra peradilan memang adalah hak setiap warga negara untuk mendapatkan kepastian dan jaminan hukum,” katanya, saat di konfirmasi via sambungan telponnya, Kamis(09/02/2017).

Dilanjutkannya, sebetulnya dari pihak keluarga korban permintaannya sangat sederhana yaitu permintaan maaf dari pihak ke polisian kepada keluarga korban, eh ini kok malah masyarakat ditantang melalui jalur hukum, ingat hukum itu adalah panglima yang wajib kita junjung tinggi, ini menyangkut hak asasi manusia yang telah terampas.” Lanjutnya.

“Saya akan terus mendukung apa yang akan dilakukan tim saya di Riau, kalau perlu nanti LBH dari LSM KPK pusat akan siap turun tangan,” pungkasnya. (MK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.