Inilah Senyawa 4-CMC Zat Adiktif Jenis Baru Asal Tiongkok

0
888
Inilah Senyawa 4-CMC Zat Adiktif Jenis Baru Asal Tiongkok
Foto: MK

BANDUNG, radar-x.net – Indonesia Kini di kejutkan  dengan muncul nya Produk baru yang di kenal dengan sebutan ” Blue Safir “

Belum lama sejak ditetapkannya tembakau Gorilla ke dalam daftar narkotika, kini Indonesia dikagetkan kembali dengan munculnya produk baru yang dikenal dengan sebutan “Blue Safir” dari senyawa 4-CMC (4-Klorometkatinon).

Produk baru tersebut berbentuk cairan tersebut dicurigai mengandung zat narkotika karena efeknya dapat menimbulkna “fly” bagi penggunanya.

Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, khawatir dan meminta masyarakat lebih waspada terhadap peredaran produk-produk narkotika jenis baru ini.

“Jangan (dikomsumsi). Hati-hatilah. Makanya jangan ngerokok kali, ya,” kata Menteri saat menyambangi Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Cicendo, Kota Bandung, Minggu (5/2/2017).

Tak ingin kecolongan, Menkes juga terus memantau perkembangan evolusi narkotika yang semakin marak beredar. “Jadi ada tembakau Gorilla, itu kan dicampur sama zat kimia. Ada tembakau apa yang baru, Hanoman atau apa. Terus sekarang ada lagi cair,” terangnya.

Pada dasarnya kedua produk tersebut sama-sama dikonsumsi dengan cara dihisap. Bedanya, tembakau gorila dikemas dengan cara dilinting, sedangkan blue safir dicampurkan pada cairan rokok elektrik. Cairan Blue Safir sendiri merupakan senyawa turunan katinon yang bisa diubah dalam bentuk serbuk yang dapat dicampur minuman dan liquid rokok elektrik atau vape.

Lantaran gempuran narkotika jenis baru yang kian masif, Menkes mengaku telah menerbitkan peraturan terkait hal tersebut. “Sama Permenkes-nya sudah dikeluarkan. Karena ada yang baru-baru terus, jadi kita keluarkan,” kata dia.

Berdasarkan informasi dari Ditnarkoba Mabes Polri ke pada Radar X Selasa 6/2/2017,  sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memasukkan tembakau Gorilla sebagai narkotik dan 4-klorometkatinon atau 4-CMC masuk daftar nomor urut 104 narkotika golongan I dalam Permenkes No 2/2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotik.

Senyawa 4-CMC tersebut berbahaya bagi kesehatan karena mempunyai efek stimulan seperti halnya sabu. Pengguna akan merasakan euforia, merasa senang, percaya diri, semangat dan aktif, agresif, gelisah, pusing, panik, halusinasi, insomnia, bicara ngelantur, dilatasi pupil, mulut kering, meningkatnya tekanan darah, dan pada dosis lebih tinggi dapat menyebabkan kejang, stroke, hingga koma.

4-CMC merupakan senyawa sintetik turunan katinon berbentuk kristal warna putih (banyak dalam bentuk bongkahan kristal besar), namun bentuk edarnya di Indonesia secara ilegal adalah cairan berwarna biru dengan kemasan jual bernama “Blue Safir”. Di pasaran, minuman yang telah dicampur dengan serbuk atau cairan 4-CMC ini bermerek dagang “Snow White” dan “Blue Safir” di bandrol dengan harga Rp 600.000/gelas.

Ketentuan hukum penyalahgunaan 4-Klorometkatinona/4-CMC
sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, 4-Klorometkatinona atau 4-CMC masuk ke dalam daftar nomor urut 104 narkotika Golongan I.

Atas dasar peraturan tersebut, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.( MK )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.