ROMAHURMUZY: PPP Komitmen Mengawal Keutuhan NKRI

0
553
ROMAHURMUZY: PPP Komitmen Mengawal Keutuhan NKRI
Foto: Zulkarnain

MATARAM, radar-x.net – Ditengah-tengah berbagai isu dewasa ini yang santer bermunculan diberbagai media sosial yang dapat mengancam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara seperti isu-isu komunisme, fasisme, otoriterisme, yang mempersoalkan hubungan dasar negara, dan isu-isu lainnya yang mengarah pada dis integrasi bangsa. Dalam menanggapi isu-isu tersebut, PPP bertekad mempertahankan keutuhan NKRI sampai akhir nanti. PPP akan terus mengawal ideologi dan dasar negara Pancasila. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum DPP PPP,Ir.Muhammad Romahurmuzy,MT, pada saat memberikan pidato politiknya dalam acara peringatan HARLAH PPP ke-44,Pengukuhan Pengurus DPW PPP NTB,dan Pelantikan Pengurus DPC PPP se-NTB di Hotel Sahid Legi Mataram, Sabtu,(28/01/2017).

PPP akan terus mengawal keutuhan NKRI. PPP akan menjaga Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila tidak bisa tergantikan dengan ideologi komunisme, fasisme, otoriterisme, dan ideologi-ideologi lainnya. PPP sangat menghargai jasa para pahlawan, PPP sangat menghargai para Founding Father, pendiri bangsa ini, dan PPP sangat menghargai jerih payah BPUPKI dan PPKI dalam merancang, merumuskan, memutuskan, dan menetapkan dasar negara Republik Indonesia ini. Karena,dalam keanggotaan PPKI, para Ulama` ikut didalamnya dari pihak Islam untuk mencari kesepakatan dengan pihak Nasionalis untuk memutuskan dan menetapkan dasar negara Republik Indonesia dalam sidang PPKI yang pertama pada tanggal 18 Agustus 1945, kata Romahurmuzy.

Baca Juga:  "Outing" Desa Lombok Kulon Dengan Tema Berbagi Pengalaman Dan Memajukan Desa

Sebelumnya, para Ulama yang duduk sebagai anggota PPKI melakukan ijtihad terlebih dahulu untuk memutuskan apakah dasar negara Republik ini berdasarkan syariat Islam ataukah tidak. Karena pada waktu itu, utusan dari wilayah Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Bali, dan NTT, menyampaikan kepada anggota PPKI, bila Negara Indonesia berdasarkan syariat Islam,maka kami tidak ikut bergabung dalam NKRI. Akhirnya, hasil dari ijtihad mereka (Ulama) sebagai anggota PPKI dari pihak Islam memutuskan menghapus tujuh kata dibelakang kata Ketuhanan dalam Piagam Djakarta,”dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi “Ketuhanan yang maha esa” sesuai dengan Surat Al Ikhlas ayat satu,kata Romahurmuzy, menjelaskan.

“Karena itulah,PPP akan terus mengawal keutuhan NKRI ini sampai kiamat. Karena sejarah panjang PPP tidak bisa dipisahkan bahwa NKRI bagian dari perjalanan politik PPP dan Ormas-ormasnya.Tidak mudah bagi suatu Partai Politik untuk mendapatkan usia 44 tahun untuk mengawal NKRI ini.Banyak Partai Politik setelah Reformasi ini satu atau dua kali ikut Pemilu kemudian mati. Bahkan ada Partai Politik yang belum sempat ikut Pemilu sudah mati”,kata Romahurmuzy,menambahkan.

Baca Juga:  151 Narapidana Rutan Cabang Lhoksukon, Dapat Remisi HUT Kemerdekaan RI Ke 71

Oleh karena itu, PPP yang berazazkan Islam yang lahir pada tanggal 5 Januari 1973 yang merupakan fusi atau gabungan dari empat Partai yaitu Partai NU, Partai Muslimin Indonesia, Partai Syariat Islam, dan Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah, wajib mempertahankan NKRI. PPP didirikan sebagai penerus perjuangan estafet politik ummat yang berdiri sebagai pergerakan Islam. Sebagai pewaris, tugas kita sebagai kader PPP adalah menjadikan Indonesia ini menjadi bangsa yang bermartabat. “Sebagai pewaris yang baik, mampu mengembangkan harta warisan bukan sebaliknya yang hanya menghabiskan harta warisan, itu namanya pewaris yang buruk,” tandas Romahurmuzy.

Dan yang sangat penting adalah kader PPP harus mencontoh perjalanan hidup Rasulullah sebagai Politikus ulung, Politikus yang beradab, Politikus Islam yang merangkul bukan memukul, Politikus yang tidak memisahkan antara agama dan negara,dan politikus yang membentuk masyarakat madani dalam lingkaran sebuah negara. Dan harus selalu diingat bahwa prinsip perjuangan PPP adalah menegakkan Nahi Mungkar didalam berpolitik. Oleh karena itu, marilah kader PPP melestarikan NKRI, jangan membongkar Republik Indonesia ini, jangan mempersoalkan dasar negara Republik ini. “Mari bergerak bersama rakyat menuju tiga besar dalam Pemilu tahun 2019 nanti. PPP harus berterima kasih kepada rakyat Indonesia, karena kepercayaan dan dukungan dari rakyat, PPP terus eksis hingga sampai saat ini”, kata Romahurmuzy, menutup pidato politiknya.(Zulkarnain).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.