Merasa Nama Baiknya Dicemarkan Oleh Salah Satu Media, Korban Ancam Laporkan Ke Dewan Pers

0
555
Foto : Rul 
JEMBER, Radar-X.Net – Program Kementrian Sosial(Kemensos) yang menurunkan program rumah tidak layak huni menjadi Rumah Tinggal Layak Huni(rutilahu) sejumlah 50 rumah di Kec. Silo Jember Jawa Timur, tidak ada masalah, bahkan bisa dinyatakan tuntas. 
Program Kemensos yang berlokasi di dua desa yakni, Karang harjo dan Harjomulyo tersebut dipersoalkan oleh pihak luar, diduga ada penyimpangan, dan sampai mencuat di media, tanpa melalui konfirmasi terebih dulu oleh wartawan media yang menulis tersebut, sehingga menimbulkan tanda tanya di masyarakat Kec. Silo, khususnya desa Karangharjo dan Harjomulyo, apalagi yang menulis sama sekali tidak pernah turun kelokasi, bahkan informasi dilapangan ada oknum yang mengaku wartawan dari media terkenal, dari pengakuan dari penerima azas manfaat program kemensos itu, diperkuat dengan surat pernyataan bermatrai Rp 6000. 

Merasa Nama Baiknya Dicemarkan Oleh Salah Satu Media, Korban Ancam Laporkan Ke Dewans Pers

Merasa keberatan dengan berita itu, seorang pendamping program kemensos, Sigit Mustofa mengatakan.” kami bertiga akan melaporkan media harian terkenal ke Dewan Pers, terkait pemberitaan program rutilahu itu, bersama ketua Badan perwakilan Desa(BPD) H. Erfan dan Rini/Fia penerima program azas manfaat itu, tidak menerim akan berita yang berkembang di publik sehingga menimbulkan fitnah dimasyarakat,” jelasnya
Dia menambahkan, “memang ada oknum yang mengaku wartawan, ketika saya menanyakan Id card malah tak bisa menunjukkan, tahu-tahu besoknya ada berita tersebut, bahkan kalau perlu nantinya akan saya laporkan kepolres karena telah mencemarkan nama baik,” tandasnya ketika jumpa Pers, Rabu (25/1/17) 
Tim monev Budiono mengatakan, “program kemensos yang melalui Dinas Sosial(Dinsos) Jember, yang ada di Kec. Silo, sebenarnya tidak ada masalah sama sekali dan tuntas, bahkan saat ini hanya finising saja, sedangkan kepala Dinas Sosial, Heru Dwi Sunarso bersama kawan media telah turun dan tak ada masalah apalagi penyimpangan, namun sayang justru orang luar yang mengatakan ada penyimpangan dan ada yang melaporkan kepolres Jember.” Ujarnya
Ia menjelaskan, disamping itu juga sudah di terbitkan di koran terkenal, dan seolah-olah kejadian penyimpangan tersebut terjadi, apalagi tidak pernah ada konfirmasi terlebih dulu oleh wartawan koran tersebut.
“Ketika tim turun ke lokasi itu, tidak ada penyimpangan sama sekali, apalagi bagi penerima azas manfaat tersebut tidak menerima uang, tapi berupa material seperti semen, keramik, pasir, batu merah dan sebagainya, bahkan penerima azas manfaat tersebut tidak menerima namanya dikorankan dan tidak pernah dikonfirmasi oleh wartawan koran yang menulis itu dengan pernyataan diatas matrai berharga 6 ribu.” Jelasnya. 
Ditambahkannya, sebenarnya program kemensos dari Rumah Tidak Layak Huni(RTLH) menjadi Rumah Tinggal Layak Huni(Rutilahu) tersebut, sejatinya tidak ada korelasi dengan pihak luar, “karena persoalan program tersebut, mulai awal sampai akhir yang berhak menerima laporan sesuai dan tidak itu hanya kemensos sendiri dan tidak ada dari pihak luar, apalagi ini dilaporkan polisi.” pungkasnya diakhir wawancara. (Rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.